Headlines

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Posted by senkom tangerang | Minggu, 04 Desember 2016 | Posted in

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Temui Peserta Aksi Super Damai 212
(Puspen TNI).   Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menemui para peserta Aksi Super Damai 212 dan bersama-sama melaksanakan Sholat Jumat di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). 
Turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo, diantaranya Wapres RI Jusuf Kalla, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. 
Usai melaksanakan Sholat Jumat, Presiden RI Joko Widodo dihadapan para peserta aksi damai menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Ulama, Kyai dan Ustadz yang telah membimbing umatnya, sehingga aksi damai tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar. 
"Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, karena seluruh jamaah yang hadir tertib, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Presiden RI. 
Presiden RI Joko Widodo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi damai yang telah melaksanakan Doa dan Dzikir-Dzikir yang telah dipanjatkan, untuk keselamatan bangsa dan negara kita. 
Diakhir sambutannya Presiden RI Joko Widodo menghimbau kepada seluruh peserta aksi damai, agar kembali dengan tertib ke tempat tinggal masing-masing. 
Sementara itu, pada Aksi Super Damai 212 yang digelar pada Jumat, 2 Desember 2016, para Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) turut pula berpartisipasi dengan membagi-bagikan minuman mineral kepada para peserta aksi yang melintas.
 "Aksi simpatik yang dilakukan oleh Prajurit Wanita TNI sangat membantu kami. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI dengan Rakyat," kata salah seorang peserta Aksi Super Damai 212.
 Usai pelaksanaan Sholat Jumat, para Prajurit TNI yang mengamankan Aksi Damai 212 disekitar Silang Monas dan Masjid Istiqlal, saling bersalam-salaman dan foto bersama dengan peserta aksi. Disisi lain, para peserta aksi damai juga saling berbagi makanan dan minuman dengan Prajurit TNI disekitar kawasan Masjid Istiqlal, hal ini menunjukkan wujud kebersamaan sesama anak bangsa.

MUHAMMAD TITO KARNAVIAN

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Jakarta - Presiden Jokowi memang bukan manusia yang bisa melakukan semuanya sendirian, presiden Jokowi bukan seorang jenius di bidang akademik, bukan juga seorang ahli peperangan atau pengerahan massa sebagaimana para para panglima atau petinggi-petinggi organisasi di Indonesia.
Tapi ketulusan hati seorang Jokowi untuk membangun negara ini dibuktikan salah satunya dengan mengangkat orang-orang terbaik di negara ini untuk menempati posisi posisi penting dari mulai mentri-mentri yang jenius, pro rakyat dan (sejauh ini) terbukti bersih, hingga kapolri kita yang satu ini yang akan saya kupas lebih lanjut mengenai pribadinya dan kejeniusannya dalam mengatasi berbagai persoalan diantaranya yang paling kekinian yaitu aksi 212.
Jenderal PolisiTito karnavian merupakan seorang lulusan terbaik akabri angkatan 1987 yang memiliki segudang prestasi baik di bidang akademik maupun pekerjaan.
Ketika tamat SMA, Jenderal Polisi Tito Karnavian mendaftar ke 3 universitas berbeda, selain mendaftar ke AKABRI, Tito juga mendaftar kedokteran di Unsri, fakultas hubungan internasional di UGM dan juga mendaftar ke STAN.
Semua lulus, tinggal pilih, tetapi Tito muda lebih memilih masuk AKABRI untuk meringankan beban orang tuanya.
Beliau juga seorang pemegang gelar Master of art (M.A) in police studies dari sebuah universitas di inggris (UK), Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies dari universitas di New Zealand dan Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization dari sebuah universitas di Singapore dengan predikat magna cum laude, serta berderet gelar lainnya, bahkan menuliskannya saja saya ikut merasa bangga.
Prestasi di bidang pekerjaan juga sangat mentereng sehingga karirnya sangat ngebut.
beliau merupakan orang pertama di angkatannya yang mendapat bintang tiga, dan melompati banyak seniornya dengan mendapatkan bintang 4 dan jabatan kepala kepolisian republik Indonesia.
Saya pribadi tau dari sebuah sumber yang akurat bahwa pak Tito merupakan seorang yang taat dalam beragama dan sangat sederhana, beliau biasanya sering “kabur” dari ajudannya karena tidak mau di kawal-kawal.
Sebenarnya saat Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun saya sudah berdo’a presiden Jokowi akan menunjuk pak Tito untuk menjadi kapolri, tetapi rasanya mustahil mengingat Tito merupakan jendral bintang tiga paling junior dan tidak mempunyai back up politik yang besar.
Ternyata do’a saya terkabul dan saya menjadi semakin YAKIN seyakin yakinnya presiden Jokowi memang akan memperbaiki Indonesia apapun resikonya.
salah satunya melalui institusi Polri dibawah seorang Kapolri yang jujur, tegas, dan cerdas bernama Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Terbukti presiden Jokowi mempercayakan tugas Saber Pungli kepada kepolisian dibawah Jenderal Polisi Tito sebagai ujung tombak (walaupun secara teknis menkopolhukam menjadi kepalanya) dan di respon dengan sangat cemerlang.
Bahkan kepolisian tidak segan menindak oknumnya sendiri jika ada yang main main dengan pungli.
kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian pun In syaa Allah akan semakin meningkat kedepannya.
Sungguh menujukkan keterbelakangan intelektual kalangan yang mengangkat hashtag ingin Jenderal Polisi Tito dicopot dari posisinya.
Aksi bela Islam 2 dan 3 selain menunjukkan kualitas leadership presiden Jokowi yang tinggi juga mempertontonkan kejeniusan Jenderal Polisi Tito dalam meredam dan memukul balik terhadap kelompok kelompok yang ingin mengacau dan merongrong NKRI.
Presiden telah mengangkat orang yang tepat, jika Kapolri bukan pak Tito, saya yakin outcome aksi aksi tersebut akan berbeda, mungkin sedikit mungkin banyak, yang jelas tindakan tindakan Kapolri sangatlah tepat dan mematikan langkah lawan.
Aksi bela Islam 1, 14 oktober 2016
Aksi bela Islam ini yang paling kecil karena masih belum disusupi banyak kepentingan, para aktor aktor politik busuk melihat potensi gerakan ini dan mencoba memanfaatkannya demi kepentingan masing masing.
Posisi pemerintah dan kepolisian masih wait and see dalam fase ini.
Aksi bela Islam 2, 4 November 2016
Diluar perkiraan, aksi ini mengundang massa dalam jumlah sangat, sangat besar.
sungguh luar biasa betapa manusia sangat mudah dimobilisasi jika sudah menyangkut isyu agama.
Besarnya aksi dan mencekamnya suasana pra aksi ini direspon Jenderal Pol Tito dengan mengambil alih pengamanan dari polda metro jaya ke tangan mabes polri dan memanggil personel brimob dari seluruh penjuru tanah air.
Jenderal Pol Tito tau yang dihadapinya bukan orang-orang sembarangan dan skalanya sudah nasional.
Kuncinya adalah pada meminimalisir pengerahan kekuatan secara represif sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan demonstran.
Jenderal Pol Tito tau jika sampai banyak korban dari kalangan demonstran maka isyu itu akan digoreng lagi dan akan menimbulkan chaos yang lebih besar.
Belajar dari arab spring, semakin represif pemerintah menghadapi demonstran maka pemprotes akan semakin banyak dan militan.
Di sisi lain presiden Jokowi juga melakukan konsolidasi dengan ulama ulama dan ormas Islam untuk menyuarakan kesejukan.
Menang, ya walaupun nampak pemerintah sedikit ditekan tetapi aksi selesai dan tidak menimbulkan dampak lanjutan yang tidak diinginkan.
Jujur saya merasa pemerintah tidak menyangka aksi 411 akan sebesar dan seberpengaruh itu
Aksi Rush Money dan 2511 yang gembos
Aksi rush money yang tujuannya hanya ingin merusak berhasil digagalkan dan provokatornya ditangkap.
dengan ditetapkannya ahok sebagai tersangka pun aksi 2511 diundur. mungkin karena stamina dan logistik pihak sana tidak akan kuat jika harus demo tiap 2 atau 3 minggu sekali, Disamping itu pemerintah memenangkan perang opini karena dapat membuat orang awam dan netral mencap kelompok sana lah yang memaksakan kehendak dan ingin mengintervensi Polri.
Sebelum aksi 212
Pemerintah dan Kepolisian tidak mau kecolongan lagi, konsolidasi di level atas semakin di intensifkan oleh presiden Jokowi, Jenderal Polisi Tito mulai memukul balik dengan mengatakan ada rencana makar yang menunggang aksi bela Islam.
statement ini berhasil memancing komitmen dari pihak demonstran bahwa aksi mereka akan “super damai” dan tidak sedikitpun akan melakukan makar.
Disamping itu Jenderal Tito terlihat jelas melakukan bargaining yang cemerlang dengan pihak sana, dimulai dari menyambangi MUI dan melakukan negosiasi sehingga aksi 212 BATAL dilakukan di sudirman-thamrin, dan membuat komitmen bahwa aksi akan sangat damai dan bahkan pada praktiknya aksi 212 sudah tidak nampak seperti demonstrasi lagi. Poin kelima adalah kuncinya.
5. GNPF-MUI dan Polri bersepakat bahwa jika ada gerakan pada 2 Desember di luar kesepakatan yang sudah dibuat bersama, GNPF menyatakan itu bukan bagian dari ‘Aksi Bela Islam 3’, dan GNPF-MUI tidak bertanggung jawab, serta Polri, memiliki hak dan kewajibannya untuk mengambil langkah-langkah mengantisipasi dan mengatasinya.
Ya, GNPF mengizinkan Polri untuk menindak jika ada provokator dan anarkisme dan menyatakan provokator dan anarkis bukan bagian mereka. Titik.
Dengan poin ini matilah harapan orang orang yang ingin agar aksi ini berujung chaos seperti 411 kemarin.
Poin poin ini adalah buah dari kepiawaian Jenderal Polisi Tito dalam bernegosiasi dan melakukan bargaining dengan pihak demonstran.
Penangkapan aktor makar.
Kemarin saya bertambah kagum dengan adanya penangkapan para aktor yang ingin mengupayakan makar kepada pemerintahan yang sah dipilih oleh rakyat Indonesia.
Timingnya yang membuat saya kagum, Jika lebih cepat sehari saja mungkin akan ada yg menggoreng mengenai penangkapan itu untuk memicu emosi massa.
Pagi hari sebelum aksi dimulai sangat tepat karena membuat para penunggang politik menjadi ciut untuk macam macam di hari itu, dan para provokator tidak punya cukup waktu untuk menjalankan aksinya.
Mayoritas peserta aksi pun pastinya tidak akan terlalu update dengan perkembangan berita karena sedang khusyu menjalani do’a dan zikir akbar sehingga sulit di provokasi dengan isu penangkapan orang-orang itu.
Mana mau massa dibelokkan menjadi “aksi bela ahmad dhani” atau “aksi bela ratna sarumpaet”.
Jika terlalu lambat juga dikhawatirkan para peramu makar akan keburu berhasil menjalankan aksinya.
Timingnya pas, dan saya yakin pemikiran pak Tito ada dibalik ketepatan waktu ini.
Walaupun massa lebih besar tetapi berkat peredaman oleh Presiden, Kapolri dan Panglima TNI, aksi kemarin damai dan dampaknya ini tidak sebesar 411 kemarin.
lihat, selesai begitu saja, semua cooling down. Suasananya berbeda, bahkan sekarang payung presiden pun lebih banyak dibicarakan daripada kata “tangkap ahok”. aksi kemarin lebih besar massanya tetapi kehilangan substansinya.
Demikian analisa saya mengenai kejeniusan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dibawah leadership presiden Joko Widodo.
semoga institusi polri dibawah bapak Muhammad Tito Karnavian semakin bersih, professional dan dicintai masyarakat, serta bisa menjadi perpanjangan tangan presiden dalam pemberantasan pungli, premanisme dan kriminalitas lainnya.
Sebenarnya saya pribadi ingin pak Tito mendampingi Presiden Jokowi di 2019, tetapi itu hanya keinginan pribadi saja, Pak Tito tetap di Polri pun sudah sangat bagus dan tepat.
Semoga kedepannya Indonesia semakin dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang berintegritas dan berkualitas menduduki posisi-posisi penting di negara ini,

Isu-isu keamanan siber

Posted by senkom tangerang | Selasa, 22 November 2016 | Posted in


Isu-isu keamanan siber menjadi perhatian dunia, hal ini terlihat ketika untuk pertama kali delegasi Indonesia yang diwakili oleh Ditjen Aptika, Kementerian Kominfo menghadiri konferensi global pertama tentang cyberspace di London pada akhir tahun 2011, yang dihadiri 700 peserta dari 60 negara meliputi para Menteri, para pejabat pemerintah, para pemimpin industri, pewakilan komunitas Internet dan masyarakat sipil. Para delegasi yang hadir setuju bahwa Internet harus aman dan terpercaya agar pemerintah, industri dan masyarakat sipil dapat menjalankan bisnisnya melalui Internet yang aman dan dengan percaya diri.
Internet memiliki peran ekonomi yang penting sebagai mesin dan fasilisator pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bangsa dan negara, terutama di Indonesia. Teknologi Internet telah terbukti menjadi faktor penting dalam pertumbuhan produktivitas dan inovasi. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dapat menjadi yang terbaik dan terpercaya dalam layanan e-commerce di kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN karena perkembangan Internet yang semakin pesat.
Dunia siber merupakan domain baru pada era informasi (Information Age) yang penuh dengan kegelisahan sebagai akibat dari meluapnya informasi. Bell & Wurman (1990) pernah mengemukakan bahwa berlimpahnya informasi dapat mengakibatkan kecemasan informasi(information anxiety). Hal ini merupakan implikasi dari new online reality, manakala perhatian menjadi mudah terpecah dan menjadi komoditas (attention economy) sehingga dibutuhkan para stakeholder berskala nasional dan global yang memiliki tanggung jawab untuk saling berkolaborasi dalam menjaga ketahanan nasional. 
Ketersediaan informasi yang akurat/valid dan reliable pada hakikatnya juga membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan yang memadai dan terpercaya aman dalam mentransmisikan pesan secara elektronik. Realitasnya, saat ini teknologi infrastruktur sepintas terlihat sebagai sistem yang membingungkan. Ratusan hingga ribuan komputer, server, routers, switches, dan kabel fiber optic yang tersebar di Indonesia menopang infrastuktur kritis nasional saat ini agar jaringan internet dapat bekerja belum sepenuhnya mementingkan aspek keamanan informasi padahal keamanan jaringan dan perlindungan data pribadi berperan penting di era dunia siber saat ini
Namun dengan bertambahnya jumlah laporan insiden keamanan siber yang terus meningkat, ancaman siber tidak hanya membahayakan infrastruktur informasi penting yang ada, namun juga bisa mengancam kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi yang sensitif yang umumnya kita proses, kirim dan simpan secara online. Oleh karena itu, untuk memitigasi ancaman siber, pemerintah Indonesia berencana untuk lebih memperkuat dan memperluas kapasitas keamanan siber dalam hal struktur kelembagaan dan koordinasi terkait pengembangan keamanan siber nasional. Pemerintah sebagai regulator memiliki peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa, menstimuli pertumbuhan ekonomi, serta melindungi berbagai gagasan kreativitas, dan inovasi masyarakat lokal. Tanggung jawab pemerintah dalam hal ini termasuk menjaga kesinambungan infrastruktur teknologi nasional yang utama (kritis) bekerja dengan baik.
Saat ini pemerintah telah memiliki beberapa peraturan perundang-undangan sebagai kerangka acuan penegakan hukum keamanan siber di Indonesiaseperti Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang , UU nomor 36 tahun 1999, UU nomor 14 tahun 2008, UU nomor 25 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2012. Namun, faktor yang paling utama dan penting adalah peningkatan kesadaran keamanan siber disemua lapisan baik pemerintah, industri dan masyarakat sipil, mulai dari murid sekolah, remaja, orang tua, karyawan, sampai pakar keamanan informasi, anggota dewan direktur dan komisaris serta para pejabat pemerintah.
Salah satu mahasiswa yang meneliti Keamanan Informasi Indonesia, Yudhistira Nugraha, dengan asistensi Professor Ian Brown dari Oxford University, mengemukakan hasil penelitiannya tentang “Masa Depan keamanan Siber Indonesia“ dengan menggali berdasarkan lima dimensi cakupan Kapasitas Keamanan Siber yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
1.         Kebijakan dan Strategi keamanan Siber,
a.    Dokumen strategi nasional keamanan siber
b.    Respon terhadap insiden
c.     Perlindungan terhadap kritis nasional
d.    Manajemen krisis
e.    Perhatian terhadap keamanan siber
f.     Redudansi sistem elektronik
2.         Budaya dan Masyarakat Siber,
a.    Pola pikir keamanan siber
b.    Kesadaran keamanan siber
c.     Keyakinan dan kepercayaan pengguna di internet
d.    Privasi daring
3.         Pendidikan, pelatihan dan keterampilan keamanan siber,
a.    Ketersediaan pendidikan dan pelatihan nasional bidang keamanan siber
b.    Pengembangan pendidikan nasional bidang keamanan siber
c.     Prakarsa pendidikan dan pelatihan keamanan siber di dalam sektor publik dan swasta
d.    Tata kelola organisasi, pengetahuan, dan standar
4.         Kerangka hukum dan peraturan keamanan siber,
a.    Kerangka kerja hukum keamanan siber
b.    Fungsi dan kewenangan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana siber
c.     Alur laporan pertanggung jawaban terhadap kerentanan dan kebocoran sistem elektronik
5.         Standar, organisasi, dan teknologi keamanan siber
a.    Kepatuhan terhadap standar
b.    Ketahanan infrastruktur nasional
c.     Pasar keamanan siber
Selanjutnya penelitian menuangkan kedalam sebuah roadmap (peta jalan). Seperti halnya suatu peta dalam satu perjalanan. Peta yang baik akan menuntun organisasi untuk mencapai tujuan tepat waktu secara efisien dan efektif. Mengingat persoalan keamanan informasi sangat luas, baik dari segi organisasi maupun cakupan tugas fungsinya, maka pemetaan strategi sangat penting. Pemetaan akan mengingatkan masing-masing unit pelaksana akan tugas fungsinya, kejelasan wewenangnya, serta inventarisasi tugas-tugas yang belum dilakukan. Selain itu, keamanan informasi akan lebih mengetahui permasalahan yang ada serta strategi yang perlu dilakukan. Manfaat yang diperoleh dengan adanya road-map antara lain:
  1. Perjalanan lebih terarah.
  2. Strategi jelas. Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalanan .
  3. Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpangan tersebut dan mengarahkan kembali ke jalur yang sudah ditetapkan.
  4. Kondisi awal teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
  5. Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing dalam pelaksanaan strategi.
Peta masa depan keamanan siber  di  Indonesia terdiri dari 20 langkah rekomendasi yang disarankan untuk mengembangkan kapasitas keamanan siber di Indonesia. Kedalam sebuah Buku Putih berjudul The Future of Cybersecurity Capacity in Indonesia yang ditulis  oleh Tim dari Universitas Oxford bekerjasama dengan Telkom University dan Ditjen Aptika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, diharapkan dapat mengisi kesenjangan yang ada terkait pengembangan kapasitas keamanan siber nasional serta memberikan perhatian yang lebih kepada agenda prioritas yang perlu dilaksanakan dalam rangka memperkuat kapasitas keamanan siber di Indonesia.  20 faktor kapasitas yang menjadi rekomendasi diantara tahapan start-up dan formative dengan beberapa faktor untuk mencapai tahapan established, tetapi tidak ada yang dijangkau secara penuh dari berbagai tahapan.   Peta 20 rekomendasi tersebut digambarkan sebagai berikut :

  1.  Mengembangkan strategi keamanan cyber nasional (NCSS).
  2. Memperkuat peran dan koordinasi fungsi ID-SIRTII / CC sebagai nasional CERT.
  3. Membuat daftar proyek penting infrastruktur nasional  dan membuka kerjasama dengan semua stake holder dan perusahaan yang bergerak dibidang proyek tersebut.
  4. Mengadakan pelatihan manajemen krisis tingkat nasional dengan melibatkan semua yang berkepentingan dalam rangka persiapan yang kuat dan matang dalam penanganan insiden siber.
  5. Membuat dan membangun masyarakat yang peka dan peningkatan kemampuan militer untuk melindungi kepentingan nasional di dunia maya.
  6. Membangun tim respon darurat dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
  7. Mengembangkan strategi komunikasi cybersecurity untuk memperkuat dan memperluas kampanye cybersecurity nasional.
  8. Pengembangan portal nasional yang memegang kendali penuh tentang kewaspadaan tentang siber baik di tengah masyarakat, pemerintah, dan swasta.
  9. Mengembangkan promosikan yang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan dalam layanan online, seperti layanan e-government dan e-commerce.
  10. Mengembangkan strategi pemasaran standar untuk mempromosikan privasi online untuk melindungi data pribadi.
  11. Mengidentifikasi pusat keunggulan pendidikan dan penelitian tentang keamanan siber untuk menemukan kekuatan dan memberikan investasi terfokus untuk mengatasi kesenjangan yang ada.
  12. Mengadakan program pendidikan dan pelatihan keamanan siber pada setiap karyawan pemerintah, BUMN dan swasta.
  13. Membuat registrasi nasional untuk jaminan informasi dan dewan pakar keamanan siber lintas sektor (publik dan privat) untukmenumbuhkan bakat baru sebagai sebuah profesi.
  14. Meningkatkan kewaspadaan oleh pejabat pemerintah dan seluruh perusahaan yang memegang peranan penting tentang kemanan data sensitive tentang bahaya nya interaksi siber.
  15. Meninjau ulang segala aturan hukum yang ada, sebagai contoh perubahan UU ITE tentang pasal yang ada dalam undang-undang tersebut apakah masih relevan atau tidak dalam memerangi kejahatan siber.
  16. Ketegasan dalam penegakkan hukum dan peningkatan kemampuan jaksa dalam penyelidikan kejahatan siber dan membawa nya ke pengadilan.
  17. Membuat sistem pelaporan tunggal operator sistem elektronik untuk pelayanan publik untuk melaporkan dan mengungkapkan insiden siber dan pencurian data sehingga dapat dilakukan aksi/ tindakan.
  18. Menghimbau peningkatan kemanan dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah dalam rangka penguatan sistem keamanan siber nasional.
  19. Membuat unit kerja pemerintah di bawah kementrian terkait yang memantau dan mengendalikan langsung dalam hal keamanan dan ketahanan siber Indonesia.
  20. Memberikan subisidi terhadap perusahaan dalam negeri yang memberikan kontribusi produk dalam masalah kemanan siber dan mendorong pangsa pasarnya.
Sebuah Peta seharusnya memberikan fleksibilitas sehingga melukiskan “banyak jalan untuk menuju roma’’. Dari peta masa depan keamanan siber tersebut telah menunjukan banyak rambu-rambu dan kotak-kotak yang harus diwaspadai selama dalam perjalanan. Namun sebagaimana perjalanan seharusnya tersusun dengan baik tujuan awal dan akhir dan prioritas mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Apakah Peta 20 rekomendasi tersebut berusaha menunjukan urutan prioritas yang sebenarnya dan sesuai realita harus dicek dengan kondisi dan kenyataan yang dihadapi. Namun kami beranggapan 20 rekomendasi tersebut telah mewakili kondisi yang mungkin ada dan terjadi di Indonesia. Permasalahan kedua yakni terkait budaya birokrasi, bahwa sebuah Roadmap dapat dijadikan sebagai rujukan apabila telah disetujui oleh para pihak yang terkait dalam ekosistem tersebut dan disahkan oleh Negara sebagai pemegang otoritas. 
Hasil penelitian tersebut dapat diakses di PETA MASA DEPAN KEAMANAN SIBER INDONESIA  : bit.ly/FutureOfCybersecurity

TELEMATIKA DAN INFORMATIKA

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang pada awalnya Ditjen Aplikasi Telematika merupakan salah satu stuan kerja di Departemen Komunikasi dan Informatika. Didirikan  sesuai Keputusan Presiden Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan tugas Eselon I Kementrian Negara R.I sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No.15 Tahun 2005. Ditjen Aptel mengemban amanat  pengembangan Information and Communication Technology (ICT)  yang efektif di Indonesia. Pengembangan tersebut dari sisi Computer, dan Content.
Memasuki tahun 2010, struktur organisasi dan tata kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika mengalami perubahan dengan diterbitkannya Permen Kominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Memasuki tahun 2010, struktur organisasi dan tata kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika mengalami perubahan dengan diterbitkannya Permen Kominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Pada struktur yang baru terdapat penajaman fungsi, Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Ditjen Aptel) menjadi Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika). Perubahan dalam mengoptimalkan potensi besar pengembangan sistem e-government, e-commerce dan e-education di Indonesia. Terdapat 6 elemen, yakni: (1) application (aplikasi); (2) information security(keamanan informasi); (3) network (jaringan); (4) data disaster recovery (data cadangan); (5) dan end-user education (edukasi pengguna TIK). Artikel ini akan menjelaskan ruang lingkup Telematika dan Informatika di Indonesia.

Definisi  Telematika
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “Telematique” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika. Sehingga sering dikatakan  bahwa telematika merupakan kependekan dari TELEkomunikasi, MultimediA dan informaTIKA.
Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telecommunication and Informatics” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang spesifik , sebagai contoh adalah:
  • Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi / Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Definisi  Informatika
Dalam Bahasa Indonesia, istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis “Informatique”, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik. Sebenarnya, kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris. Dalam pendefenisian istilah informatika, menurut Philippe Dreyfus (1962) dan l`Academie Francaise (1967) yang mendefenisikan informatika tersebut sebagai disiplin Ilmu (scientific discipline) dan disiplin Teknik (engineering discipline) yang secara spesifik menyangkut transformasi / pengolahan dari simbol/ data/informasi), yang terutama menggunakan fasilitas mesin-mesin otomatis/komputer. Dalam bahasa Inggris Informatika memiliki makna yang sedikit berbeda, yaitu lebih menekankan pada aspek pengolahan informasi secara sistematis dan rasional.
Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatikainformatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.
Dalam ruang lingkup yang lebih luas, informatika meliputi beberapa aspek:
  • teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informas
  • ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
  • ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan pemrograman yang berbasis komputer.
  • sistem informasi yang mempelajari mengenai teknik pengembangan suatu sistem untuk mengolah berbagai macam informasi yang ada
  • keamanan informasi ilmu yang mempelajari mengenai kajian proses mengamankan dan melindungi data pada yang ada pada sistem atau komputer
  • informatika sosial yang mengkaji aspek sosial dari TIK dalam perubahan sosial dan organisasional, penggunaan teknologi dalam konteks sosial, dan cara kelembagaan sosial teknologi informasi yang dipengaruhi oleh kekuatan sosial dan praktek-praktek sosial/kemasyarakatan
Seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka studi Teknik Informatika diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Percabangan yang muncul dari Teknik Informatika antara lain:
  1. Programmer: Yaitu pekerjaan membuat sebuah program yang bermanfaat berupa  sebuah sistem perangkat lunak (program) yang untuk industri, pertelevisian, perbankan, media,atau  instansi tertentu.
  2. Software Engineer: Yaitu pekerjaan sebagai pengembang software untuk pendidikan, bisnis, hiburan dan lain sebagainya. Dengan menguasai bebagai ilmu selama kuliah, saya yakin pasti kamu bias menguasainya, asalkan kamu mau belajar dengan giat dan tekun.
  3. IT Consultant: Dengan menguasai  bahasa pemrograman, teori teknologi, serta keahlian membuat program berbasis komputer maka terdapat pekerjaan sebagai IT consultant.
  4. Web Engineer: Pekerjaan sebagai pembuat, perancang atau pengembang sebuah website untuk perusahaan perusahaan yang membutuhkan jasa website yakni laman media informasi yang ada di internet.
  5. System Analyst: Sistem analis merupakan pekerjaanya membuat dan mengembangkan solusi yang lebih baik dalam memajukan sistem informasi suatu perusahaan.
  6. Database Engineer: Pekerjaan di instansi  / perusahaan sebagai pengembang atau pengelola data-data secara teratur agar dapat dapat dicari dengan mudah dan tidak adanya kehilangan data-data tertentu.
  7. Software Tester: Merupakan pekerjaan menguji software yang baru diciptakan, apakah sudah sesuai dengan keinginan atau tidak.
  8. Game Developer: Sebuah game diciptakan dengan teknik grafis komputer. Pekerjaan membuat game dan menjualnya secara online, meski bias dilakukan secara individu namun saat ini telah dikelola secara professional oleh perusahaan di dalam dan luar negeri.
  9. Computer Network: Komputer network adalah pekerjaan yang bertugas untuk merancang arsitektur dan pembangunan suatu jaringan.
  10.  Intelligent System Developer: Pekerjaan  sebagai pengembang perangkat lunak yang bersifat intelejen, seperti system pakar, sistem prediksi dan lain sebagainya.

Pembagian Sektor TIK
Kondisi saat ini yakni perkembangan TIK telah mengintegrasikan berbagai Infrastruktur Telekomunikasi, Internet serta Aplikasi dan Konten menjadi satu kesatuan. Seluruh Infrastruktur yang ada saling mempengaruhi sehingga harus terintegrasi dengan baik Perkembangan Teknis dan Non Teknis-nya berkembang dengan sangat cepat dan Renstra TIK harus sanggup mengakomodir perkembangan-perkembangan tersebut. Sektor TIK dapat dikelompokan menjadi 3 lapisan yakni :
  • Infrastruktur Telekomunikasi, lapis bawah : Tempat seluruh lalu lintas Telekomunikasi, termasuk Internet mengalir. Juga digunakan untuk Penyiaran.
  • Infrastruktur Internet, lapis tengah : Jaringan yg menghubungkan seluruh server2 yg membentuk jaringan internet, menggunakan standard-standar teknis seperti TCP/IP, DNS, SSL dan lain-lain.
  • Aplikasi dan Konten, lapis atas : Jaringan Perangkat Lunak di peralatan-peralatan server dan akses yang saling terhubung, menggunakan standard-standar teknis seperti HTML, XML, dll.
Dalam diagram dapat digambarkan sebagai berikut :


Penutup
Pada hakikatnya informatika lebih spesifik dan beragam daripada telematika karena mengatur bidang yang lebih luas dan bersifat adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perubahan juga dipicu oleh makin pesatnya perkembangan ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan data dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan pemrograman yang berbasis komputer. Perkembangan yang pesat juga dari studi sistem informasi dan keamanan informasi untuk melindungi dan mengamankan data sehingga bermunculan spesialis pekerjaan baru seperti security sistemanalys risk managementsecurity auditor, penyidik dan pemeriksa (cyber cops) dan lain-lain.  Ditjen Aplikasi Informatika sebagai pemerintah diharapkan mampu mengawal perkembangan dan pertumbuhan tersebut secara baik, terarah dan terencana dengan membuat regulasi-regulasi dan memfasilitasi stakeholders yang ada di dalam dan luar negeri. (MOW)

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg