Headlines

polri expo

Posted by senkom tangerang | Rabu, 20 Maret 2013 | Posted in


Polri ikut serta dalam Asia Pacific Security & Defence Expo (APSDEX) yang dilaksanakan pada tanggal 20 - 21 Maret 2013 di Jakarta Convention Center (ACC) Indonesian.

DIKLAT JURNALISTIK

Posted by senkom tangerang | Selasa, 12 Maret 2013 | Posted in




Pemkab Tangerang Bangun Kawasan Pusat Olah Raga

Posted by senkom tangerang | | Posted in

http://tangerangkab.go.id/wp-content/uploads/2013/03/lap.jpg Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun kawasan pusat olahraga berlokasi di Desa Bojong Nangka kecamatan Kelapa Dua dengan luas lahan 13 ha. Direncanakan pembangunan kawasan olahraga tersebut akan menelan anggaran Rp 90 Miliar.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang H Soma Atmaja M.Si mengatakan, pembangunan kawasan pusat olahraga tersebut telah memasuki tahap pertenderan, tahun 2013 ini Disporabudpar Kabupaten Tangerang telah menganggarkan Rp 50 miliar. Pembangunannya akan dilakukan dua tahap.
Menurut Soma Atmaja, Pembangunan Kompleks pusat prasarana olahraga merupakan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dalam pelayanan untuk kegiatan olahraga kepada masyarakat dan juga bisa dimanfaatkan sebagai pusat untuk menyelenggarakan olahraga multi event.
Pembangunan kompleks pusat prasana olahtaga disiapkan 3 prasarana utama diantaranya adalah untuk kegiatan olahraga yang dipandang sebagai olah raga dasar adalah Stadion utama untuk olahraga atletik dan sepak bola; stadion untuk aquatic sport untuk olahraga renang, renang indah dan polo air; gedung olahraga serba guna; gedung-gedung olahraga yang bersifat khusus; lapangan olahraga yang bersifat aoutdoor; plaza untuk sarana rekreasi dan sarana non olahraga sebaagi penunjang bagi prasarana olahraga.
Perencanaan Lahan :
Sebagai kawasan pusat olahraga untuk Kabupaten Tangerang dengan lahan lebih 13 ha diusulkan untuk direncanakan sebagai berikut :
  • Stadion utama : stadion berstandard ukuran internasional dengan kapasitas 15.000-20.000 orang penonton untuk olahraga atletik dan sepak bola. Kalau ada kegiatan olahraga “multi event” dapat dipakai untuk upacara pembukaan dan penutupan sesuai SNIT-25-1991-03 dengan lapangan luar untuk latihan .
  • Stadion Renang: Satdion renang untuk “Aquatic Sport” seperti renang, renang indah, loncat indah dan polo air, dengan kapasitas 2.000-4.000 orang penonton.
  • Gedung Olahraga Serbaguna I yaitu Gor untuk kegiatan olahraga futsal, basket, voly, dan bulutangkis serta olahraga lainnya yang sesuai dan dapat juga untuk kegiatan non olahraga dengan kapasitas 1.500-2.500 orang penonton.
  • Gedung Olahraga Serbaguna II yaitu Gor dengan ukuran arena cukup untuk olahraga beladiri dan kesenian dengan kapasitas 2.000-3.000 orang penonton.
  • Lapangan-lapangan outdoor untuk latihan cabang olahraga: Sepakbola, bola voly dan voly pantai; bola basket; plaza upacara/olahraga rekreasi plaza untuk kegiatan “ceremonia”, disamping itu dapat juga untuk dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga rekreasi masyrakat seperti senam pagi dan joging; ruang terbuka hijau pasif maupun aktif untuk kegiatan rekreasi dan olahraga; kantor pengelola dan kantor dinas terkait.
Perencanaan Lahan :
Lahan yang tersedia untuk kawasan olah raga Kabupaten Tangerang kurang lebih 13 ha sebagai berikut:
  • Lahan untuk prasarana olahraga, sebesar 75 persen;
  • Lahan untuk pemukiman atlit, sebesar 10 persen;
  • Lahan untuk prasarana penunjang yang bersifat komersial, sebesar 15 persen
Perencanaan untuk kawasan olahraga dibagi sebagai berikut:
  1. Satdion Utama 3 ha
  2. Satdion renang dengan lingkungannya 1 ha
  3. Gedung Olahraga Serbaguna I 1 ha
  4. Gedung Olahraga Serbaguna II 1 ha
  5. Lapangan-Lapangan Outdoor untuk latihan 1,3 ha
  6. Jalan lingkungan, parkir, taman plaza,
Lahan pengembangan dan sarana penunjang 5 ha.  Perencanaan untuk pemukiman
  1. Asrma untuk 200 orang 0.12 ha
  2. Ruang perkantoran 0,08 ha
  3. Masjid 0,04 ha
Selain itu Pemkab Tangerang juga akan membangun stadion mini yang ada ditiap kecamatan, pembangunan stadion mini merupakan visi misi Bupati/wakil Bupati Tangerang periode 2013-20

VISI MISI

Posted by senkom tangerang | | Posted in

VISI:
Menuju masyarakat Kabupaten Tangerang yang beriman, sejahtera, berorientasi industri dan berwawasan lingkungan.
Untuk mewujudkan visi Kabupaten Tangerang dirumuskan Misi Kabupaten Tangerang, yaitu :
  1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Membangun Sumberdaya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan diseluruh jenjang secara bertahap serta peningkatan derajat kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan sosial.
  3. Meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi melalui fasilitas pengembangan usaha di bidang industri, agribisnis, agro industri, dan jasa, serta memberikan akses lebih besar pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah, dan sektorr informal.
  4. Mewujudkan keserasian dan keseimbangan pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui sistem perencanaan dan pengendalian tata ruang yang terstruktur.
  5. Menciptakan tata kepemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggungjawab (Good Governance)
  6. Meningkatkan pembangunan infra struktur bagi percepatan aspek-aspek pembangunan.
  7. Memenuhi hak-hak politik dan sosial warga untuk melakukan partisipasi kritis dalam proses pembangunan
  8. Memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender dalam pembangunan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Visi Misi dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Ketakwaan
Masyarakat Kabupaten Tangerang yang bertakwa merupakan komponen yang sangat penting untuk mewujudkan suatu perubahan yang hakiki dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan;
2. Partisipatif
Rasa tanggungjawab dari semua komponen pemerintahan yang terdiri eksekutif, legislatif, dan masyarakat serta swasta berperan mengambil bagian mulai dari tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam rangka mempercepat tujuan dan sasaran pembangunan yang efisien dan efektif;
3. Transparansi
Merupakan salah satu unsure dari good government yang harus ditingkatkan agar dapat mendorong partisipasi masyarakat dan swasta untuk mencapai suatu kemajuan seperti yang tercantum dalam sasaran dan tujuan pembangunan.
4. Berkelanjutan
Prinsip berkelanjutan dalam aspek lingkungan mengandung makna bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga pembangunan yang akan dipacu tidak hanya untuk kepentingan sesaat.

Lambang Daerah

Posted by senkom tangerang | | Posted in

BENTUK LAMBANG DAERAH:
1.  Lambang daerah berbentuk perisai dengan perincian sbb:
  • Bagian atas: Terdiri dari susunan bata merah dengan lima buah puncak,
  • Bagian tengah: Dengan warna hijau, terdiri dari empat batang bambu berbentuk persegi panjang berjumlah empat puluh tiga ruas dengan warna kuning emas. Didalam persegi panjang tersebut terdapat gambar sebuah topi bambu berwarna kuning emas, seuntai buah padi dengan jumlah butir dua puluh tujuh juga berwarna kuning emas dan seuntai bunga kapas berjumlah dua belas dengan warna putih dan tangkai warna hijau.
  • Bagian bawah: Terdiri dari tiga buah garis putih berombak dan empat  buah garis biru berombak.
2.  Motto Satya Karya Kerta Raharja warna putih ditulis pada pita warna coklat,  kedua ujungnya dilipat terletak di bawah perisai.
ARTI LAMBANG DAERAH:
  • Warna merah mempunyai arti semangat dan keberanian,
  • Warna hijau mempunyai arti kemakmuran dan kesuburan,
  • Warna kuning mempunyai arti keadilan, wibawa dan keagungan,
  • Warna putih mempunyai arti kesucian dan kebersihan,
  • Warna biru mempunyai arti kesetiaan dan kebijaksanaan,
  • Warna coklat mempunyai arti kedewasaan,
  • Warna hitam mempunyai arti keteguhan dan ketabahan.

Bagian atas: Puncak perisai lima buah berlambang Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia,
  • Susunan bata merupakan lambang benteng pertahanan yang mengingatkan kita kepada kepahlawanan rakyat Kabupaten Tangerang,
  • Jumlah bata melambangkan tanggal, bulan dan tahun proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia yaitu tujuh belas, bulan delapan, tahun empat puluh lima.
  • Bagian tengah: Jumlah butir padi, bunga kapas dan ruas bambu melambangkan tanggal, bulan dan tahun jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu: a) Dua puluh tujuh butir padi melambangkan tanggal dua puluh tujuh, b) Dua belas bunga kapas melambangkan bulan dua belas, c) Empat puluh tiga ruas bambu melambangkan tahun empat puluh tiga. Sedangkan, Topi bambu melambangkan hasil kerajinan dan industri Kabupaten Tangerang.
  • Bagian bawah: 1). Garis putih berombak melambangkan bahwa Kabupaten Tangerang dilintasi oleh sungai-sungai besar, 2) Garis biru berombak melambangkan laut dimana Kabupaten Tangerang merupakan daerah pantai.

SENKOM RESCUE

Posted by senkom tangerang | | Posted in


































SEJARAH KAB TANGERANG

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Sejarah Dalam riwayat diceritakan, bahwa saat Kesultanan Banten terdesak oleh Agresi Militer Belanda pada pertengahan abad ke-16, diutuslah tiga maulana yang berpangkat Tumenggung untuk mem­buat perkampungan pertahanan di wilayah yang berbatasan dengan Batavia. Ketiga Tumenggung itu adalah, Tumenggung Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Jaya Santika. Mereka segera mem­bangun basis pertahanan dan pemerintahan di wilayah yang kini dikenal sebagai kawasan Tigaraksa. Jika merunut kepada legenda rakyat dapat disimpulkan bahwa cikal-bakal Kabupaten Tangerang adalah Tigaraksa. Nama Tigaraksa itu sendiri berarti Tiang Tiga atau Tilu Tanglu, sebuah pemberian nama sebagai wujud penghormatan kepada tiga Tumenggung yang menjadi tiga pimpinan ketika itu. Seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten membangun tugu prasasti di bagian Barat Sungai Cisadane, saat ini diyakini berada di Kampung Gerendeng. Waktu itu, tugu yang dibangun Pangeran Soegri dinamakan sebagai Tangerang, yang dalam bahasa Sunda berarti tanda. Prasasti yang tertera di tugu tersebut ditulis dalam huruf Arab ”gundul” berbahasa Jawa kuno yang berbunyi ”Bismillah pget Ingkang Gusti/Diningsun juput parenah kala Sabtu/Ping Gangsal Sapar Tahun Wau/Rengsena perang netek Nangaran/Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian/Sakabeh Angraksa Sitingsun Parahyang”. Yang berarti ”Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa/Dari Kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu/Tanggal 5 Sapar Tahun Wau/Sesudah perang kita memancangkan tugu/untuk mempertahankan batas Timur Cipamungas (Cisadane) dan Barat Cidurian/Semua menjaga tanah kaum Parahyang. Sebutan ”Tangeran” yang berarti ”tanda” itu lama-kelamaan berubah sebutan menjadi Tangerang sebagaimana yang dikenal sekarang ini. Dikisahkan,bahwa kemudian pemerintahan ”Tiga Maulana”, ”Tiga Pimpinan” atau ”Tilu Tanglu” tersebut tumbang pada tahun 1684, seiring dengan dibuatnya perjanjian antara Pasukan Belanda dengan Kesultanan Banten pada 17 April 1684. Perjanjian tersebut memaksa seluruh wilayah Tangerang masuk ke kekuasaan Penjajah Belanda. Kemudian, Belanda membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Kesultanan Banten di bawah pimpinan seorang bupati. Para bupati yang pernah memimpinan Kabupaten Tangerang di era pemerintahan Belanda pada periode tahun 1682-1809 adalah Kyai Aria Soetadilaga I-VII. Setelah keturunan Aria Soetadilaga dinilai tidak mampu lagi memerintah Kabupaten Tangerang, Belanda mengahpus pemerintahan ini dan memindahkannya ke Batavia. Kemudian Belanda membuat kebijakan, sebagian tanah di Tangerang dijual kepada orang-orang kaya di Batavia, yang merekrut pemuda-pemuda Indonesia untuk membantu usaha pertahanannya, terutama sejak kekalahan armadanya di dekat Mid-Way dan Kepulauan Solomon. Kemudian pada tanggal 29 April 1943 dibentuklah beberapa organisasi militer, diantaranya yang terpenting ialah Keibodan (barisan bantu polisi) dan Seinendan (barisan pemuda). Disusul pemindahan kedudukan Pemerintahan Jakarta ke Tangerang dipimpin oleh Kentyo M. Atik Soeardi dengan pangkat Tihoo Nito Gyoosieken atas perintah Gubernur Djawa Madoera. Seiring dengan status daerah Tangerang ditingkatkan menjadi Daerah Kabupaten, maka daerah Kabupaten Jakarta menjadi Daerah Khusus Ibu Kota. Di wilayah Pulau Jawa pengelolaan pemerintahan didasarkan pada Undang-undang nomor 1 tahun 1942 yang dikeluarkan setelah Jepang berkuasa. Undang-undang ini menjadi landasan pelaksanaan tata Negara yang azas pemerintahannya militer. Panglima Tentara Jepang, Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, diserahi tugas untuk mem­bentuk pemerintahan militer di Jawa, yang kemudian diangkat sebagai gunseibu. Seiring dengan hal itu, pada bulan Agustus 1942 dikeluarkan Undang-undang nomor 27 dan 28 yang mengakhiri keberadaan gunseibu. Berdasarkan Undang-undang nomor 27, struktur pemerintahan militer di Jawa dan Ma­dura terdiri atas Gunsyreikan (pemerintahan pusat) yang membawahi Syucokan (residen) dan dua Kotico (kepala daerah istimewa). Syucokan membawahi Syico (walikota) dan Kenco (bupati). Secara hirarkis, pejabat di bawah Kenco adalah Gunco (wedana), Sonco (camat) dan Kuco (kepala desa). Pada tanggal 8 Desember 1942 bertepatan dengan peringatan Hari Pembangunan Asia Raya, pemerintah Jepang mengganti nama Batavia menjadi Jakarta. Pada akhir 1943, jumlah kabupaten di Jawa Barat mengalami perubahan, dari 18 menjadi 19 kabupaten. Hal ini disebabkan, pemerintah Jepang telah mengubah status Tangerang dari kewedanaan menjadi kabupaten. Perubahan status ini didasarkan pada dua hal; pertama,kota Jakarta ditetapkan sebagai Tokubetsusi (kota praja), dan kedua, pemerintah Kabupaten Jakarta dinilai tidak efektif membawahi Tangerang yang wilayahnya luas. Atas dasar hal tersebut, Gunseikanbu mengeluarkan keputusan tanggal 9 November 1943 yang isinya: ”Menoeroet kepoetoesan Gunseikan tanggal 9 boelan 11 hoen syoowa 18 (2603) Osamu Sienaishi 1834 tentang pemindahan Djakarta Ken Yakusyo ke Tangerang, maka diper­makloemkan seperti di bawah ini: Pasal 1: Tangerang Ken Yakusyo bertempat di Kota Tangerang, Tangerang Son, Tangerang Gun, Tangerang Ken. Pasal 2: Nama Djakarta Ken diganti menjadi Tangerang Ken. Atoeran tambahan Oendang-Oendang ini dimulai diberlakukan tanggal27 boelan 12 tahoen Syouwa 18 (2603). Djakarta, tanggal 27 boelan 12 tahoen Syouwa 18 (2603). Djakarta Syuutyookan. Sejalan dengan keluarnya surat keputusan tersebut, Atik Soeardi yang menjabat sebagai pembantu Wakil Kepala Gunseibu Jawa Barat, Raden Pandu Suradiningrat, diangkat menjadi Bupati Tangerang (1943-1944). Semasa Bupati Kabupaten Tangerang dijabat, H. Tadjus Sobirin (1983-1988 dan 1988- 1993) bersama DPRD Kabupaten Tangerang pada masa itu, menetapkan hari jadi Kabupaten Tangerang tanggal 27 Desember 1943 (Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 1984 tanggal 25 Oktober 1984). Seiring dengan pemekaran wilayah dengan terbentuknya pemerintah Kota Tangerang tanggal 27 Februari 1993 berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1993, maka pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pindah ke Tigaraksa. Pemindahan ibukota ke Tigaraksa dinilai strategis, karena menggugah kembali cita-cita dan semangat para pendiri untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang bebas dari belenggu penjajahan (kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan) menuju masyarakat yang mandiri, maju dan sejahtera. ( http://dprd-tangerangkab.go.id)

Letak Geografis

Posted by senkom tangerang | | Posted in

PENDUDUK
Tahukah Anda? Masyarakat Kabupaten Tangerang termasuk masyarakat yang dinamis dan gemar akan kesenian. Beberapa kesenian yang berkembang sampai saat ini adalah Seni Musik Gambang Keromong dan Tari Krecek yang merupakan tarian pergaulan yang banyak berkembang di kawasan Teluknaga dan Kosambi.
Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Tangerang mencapai 2,83 juta orang, terdiri dari 1,45 juta laki-laki dan 1,38 juta perempuan. Persentase penduduk Tangerang pada tahun 2010 mencapai 27 persen dari total penduduk Banten yang  berjumlah 10,63 juta orang. Bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya, Tangerang adalah kabupaten dengan populasi tertinggi pertama di Banten, diikuti Kota Tangerang (17 persen), Serang (13 persen), Kota Tangsel (12 persen), Lebak (11 persen), Pandeglang (11 persen), Kota Serang (5 persen) dan terendah Kota Cilegon (4 persen).
Laju pertumbuhan penduduk Kabupat en Tangerang pertahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000-2010 sebesar 3,77 persen lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penduduk Banten yang hanya 2,78 persen per tahun.  Dengan luas wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 959,61 kilo meter persegi yang didiami oleh 2.834.376 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Tangerang adalah sebanyak 2.954 orang per kilo meter persegi.
LETAK GEOGRAFIS
Kabupaten Tangerang terletak di bagian Timur Propinsi Banten pada koordinat 106°20′-106°43′ Bujur Timur dan 6°00′-6°20′ Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Tangerang 959,6 km2 atau 9,93 % dari seluruh luas wila-yah Propinsi Banten dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kota Tange-rang Selatan dan Kota Tangerang, sebelah se-latan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok, sedangkan sebelah barat berbata-san dengan Kabupaten Serang dan Lebak.

Secara Topografi, Kabupaten Tangerang berada pada wilayah dataran rendah dan data-ran tinggi. Dataran rendah sebagian besar be-rada di wilayah utara yaitu Kecamatan Te-luknaga, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Kresek, Kron-jo, Pakuhaji, dan Sepatan. Sedangkan dataran tinggi berada di wilayah bagian tengah ke arah selatan. Secara administratif, Kabupaten Ta ngerang terdiri dari 29 kecamatan, 28 ke-lurahan dan 246 desa.
Keadaan iklim didasarkan pada penelitian di BMKG, Stasiun Geofisika Klas III Budiarto, Curug , yaitu berupa data temperatur (suhu) udara, kelembaban udara dan intensitas matahari , curah hujan dan rata-rata kecepatan angin. Temperatur udara rata-rata berkisar an-tara 21,5 – 34,1 0C, temperatur maksimum tertinggi pada Bulan Oktober dan Desember yaitu 35,4 0C dan temperatur minimum teren-dah pada bulan Agustus yaitu 20,2 0C. Rata-rata kelembaban udara dan intensitas matahari sekitar 79,9% dan 54,5%. Keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada Bulan Juni dan November yaitu 17 mm, sedangkan rata-rata curah hujan dalam setahun adalah 10,9 mm. Hari hujan tertinggi pada Bulan Januari dengan hari hujan sebanyak 24 hari dan terendah pada Bulan Agustus sebanyak 3 hari. Rata-rata kecepatan angin dalam setahun adalah 3,5 km/jam dengan kecepatan maksimum 24 km/jam. (sumber: BPS – Statistik Daerah Kab.Tangerang 2012)

KETUM SENKOM BERKUNJUNG DI TANGERANG

Posted by senkom tangerang | | Posted in


 
























SENKOM KAB TANGERANG

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg