Headlines

Pelanggaran Lebih Muatan

Posted by senkom tangerang | Selasa, 16 April 2013 | Posted in

Pelanggaran Lebih Muatan Bukan Hanya Membahayakan Bagi Dirinya Tapi Juga Membuat Bagi Pengendara Lain Tidak Nyaman

Kendaraan dengan bobot berlebihan ketika melintas di jalanan memang sangat membahayakan, bagi si pengendara juga pengguna jalan lainnya.

Tapi pemandangan seperti itu kerap terlihat dijalan umum diwilayah hukum Polda Metro Jaya. pelanggaran melebihan batas muatan tersebut sepertinya sudah terbiasa meskipun sama sama kita tahu bila terjadi kecelakaan bukan hanya sipelanggar saja yang rugi akan tapi juga dapat merugikan pengendara lainya.

Kami menghimbau mulai dari sepeda kayuh, sepeda motor, motor roda tiga, mobil, truk hingga kendaraan lainya, sadarlah bahwa perbuatan melebihi muatan disamping melanggar undang-undang juga membuat pengendara lainya tidak nyaman.

Rampok di Cikupa Ditembak Mati

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Petugas Polsek Cikupa Kabupaten Tangerang mengandaskan perlawanan perampok yang hendak melawan ketika akan ditangkap.

Dua orang perampok dari empat pelaku, yang  berinisial ER, 28, dan AR, 28, ditembak mati. Sementara dua tersangka lainnya FE,27, dan HZM ,25, tak berkutik dan berhasil dibekuk ketika melihat kedua temannya yang melawan ditembak.

Kapolsek Cikupa Kompol Bresman Daniel Simanjuntak mengatakan, penyergapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap satu mobil Xenia hitam dengan nopol B-1917-NF yang terparkir di depan toko LG di Jalan Raya Serang Kilometer 16,5 sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (10/4).

“Setelah diamati, ternyata penumpangnya sedang melakukan aksi pembobolan took. Selanjutnya kami melakukan penyergapan. Namun,  para pelaku yang sudah ada dalam mobil langsung melarikan diri diikuti rekannya yang lain,” ujar kapolsek, Rabu (10/4).

Bahkan, keempat tersangka sempat melawan petugas,  dengan cara menabrak anggota Buser bernama Aiptu Ngadiyu yang mengendarai motor. Sehingga dia mengalami luka lecet pada lengan dan kaki, serta motornya ringsek akibat tabrakan itu.

“Karena situsi terdesak, anggota berusaha menangkap pelaku dengan melepaskan tembakan peringatan. Namun,  pelaku tidak menyerah. Terpaksa kami memberikan tembakan tegas terhadap tersangka ER  dan AR. Akhirnya, tersangka ER tewas di tempat, sementara AR kondisinya kritis dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” tegas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, empat tersangka merupakan kelompok Lampung yang memang  sudah sering melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Tangerang.
 
Mereka kerap beraksi malam hari saat melihat kondisi pertokoan sedang sepi. Modus yang digunakan adalah masuk merusak pintu gembok toko. "Dalam aksinya pelaku menggunakan sajam untuk mengancam korban," tukasnya.

Dari tangan pelaku, barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni satu unit mobil Xenia Hitam dengan nomor polisi palsu B-1917-NF yang sebenarnya nomor polisi aslinya B-1718-IN. Bahkan ditemukan juga, enam buah linggis, serta  satu golok, empat  kunci letter L, dua gembok, lima LCD LG dan satu DVD merek LG yang sudah berhasil mereka curi


sumber: http://www.tangerangnews.Acom

Senkom Gelar Diklatnas Kamtibmas dan Telematika

Posted by senkom tangerang | Jumat, 12 April 2013 | Posted in

http://3.bp.blogspot.com/-Fv1QUivH-Ns/UWTDiaWZmgI/AAAAAAAAAjY/wo80HbEAvL0/s1600/UPACARA+Pembukaan+diklat+nasional+kamtibmas+telematika.jpg
Bertempat di Lapangan Yayasan Minhajurrosyidin Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2013) Sentra Komunikasi Mitra Polri (SENKOM), melaksanakan upacara Pembukaan DIKLAT KAMTIBMAS DAN TELEMATIKA ANGKATAN IV TAHUN 2013, dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian, Kepolisian dan TNI, serta tokoh berbagai organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan.



Peserta diklat sebanyak 1500 peserta berasal dari perwakilan seluruh Indonesia, akan mengikuti kegiatan selama tiga hari kedepan, 9-11 April 2013. Seluruh kegiatan dipusatkan di lokasi Komplek Yayasan Minhajurrosyidin dengan menempati 2 (dua) aula.


Disamping mengikuti kegiatan diklat yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personil anggota SENKOM, juga dilakukan Rakornas dengan Mabes Polri untuk kembali mengevaluasi berbagai peran serta SENKOM dalam kegiatan Kamtibmas serta sosialisasi program tahun 2013 dan memperkenalkan kepengurusan nasional, serta propinsi.


Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H.M Sirot, SH, SIP mengatakan, tujuan diadakan diklat ini selain untuk meningkatkan kemampuan personil SENKOM juga untuk mengokohkan kembali semangat serta komitmen dalam peran serta sebagai warga negara memperkokoh persatuan dan kesatuan.


"Seperti diketahui dewasa ini semakin banyak dan semakin tinggi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat, yang ini jelas akan melemahkan sendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara,” terang Sirot.


Untuk itu, kemampuan personil masyarakat yang tergabung dalam KUATCAD (kekuatan cadangan) harus ditingkatkan sehingga benar-benar menjadi RATIH (Rakyat Terlatih, red) yang siap berperan dalam menjaga ketertiban dalam hidup bermasyarakat.


Apalagi ancaman itu juga makin canggih, tak hanya fisik, melainkan juga ideologi yang mengancam landasan kita dalam berbangsa dan bernegara, Demikian halnya kejahatan siber, dengan kemampuan di bidang telematika personil senkom juga dapat membantu pemerintah dalam melacak dan melakukan intercept terhadap pelaku cybercrime.


"Pelatihan ini juga menjadi semacam ujian bagi personil SENKOM mengenai komitmen kami dalam peran aktif terhadap negara. Mereka datang dari seluruh Indonesia membiayai dirinya sendiri, " jelas Sirot.


Dalam rekrutmen, seorang calon anggota SENKOM harus memiliki penghasilan tetap baik dengan bekerja atau memiliki usaha sendiri. Dari sinilah kemandirian itu terbentuk karena anggota bisa membiayai dirinya sendiri dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di tingkat nasional maupun di daerah masing-masing.


Disamping kemandirian, seleksi masuk SENKOM juga tergolong ketat, karena seorang calon anggota harus menjalani tes kecakapan hingga dinyatakan lulus. Namun yang biasanya dianggap sulit justru komitmen moral ketika seorang calon anggota harus dapat membuktikan dirinya "bersih" dari Moh Limo atau tidak melakukan lima hal.


"Moh Limo ini falsafah yang dikenalkan oleh Sunan Ampel, salah satu Walisongo, memang tidak ada dalam AD/ART namun harus lolos dalam fit and proper test calon anggota. Moh Limo ini mencakup "5 tidak": Tidak Madat atau narkoba (termasuk tidak merokok); Tidak Madon (main perempuan), Tidak Minum Miras, Tidak Main (judi), Tidak Maling (kriminil). Sebab itulah pola rekrutmen pun selain dilakukan dengan sistem rekomendasi," ungkap Ketum Senkom menjelaskan

sumber :  http://mediaprofesi.com

SENKOM MITRA POLRI DUKUNG PEMBERANTASAN PREMAN

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Ketua Umum Sentra Komunikasi Mitra Kepolisian RI atau Senkom Mitra Polri HM Sirot mendukung pemberantasan premanisme asal tidak melanggar hak asasi manusia (HAM).



"Kalau soal premanisme, kami dukung. Premanisme harus diberantas karena banyak merugikan masyarakat. Tinggal bagaimana pemberantasannya agar tidak melanggar hukum, itu saja," kata Sirot dalam jumpa pers usai pembukaan Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, organisasi yang turut membantu Polri dalam deteksi dini kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat-red) itu setuju jika ada cara-cara yang lebih "elegan" untuk memberantas premanisme.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan jajaran kepolisian untuk menyingkirkan premanisme, sehingga memberikan rasa aman pada masyarakat. Presiden SBY menginginkan agar jalan-jalan dan tempat-tempat umum harus bersih dari semua bentuk premanisme yang mengancam harta benda dan nyawa.

Sementara itu, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo menegaskan tidak akan ada toleransi bagi preman jika melakukan pelanggaran hukum. Kepada masyarakat yang mengetahui kerjasama yang dilakukan oknum Polri yang dengan preman diminta untuk melaporkan ke pihaknya.

"Premanisme harus diberantas dan diproses secara hukum. Tidak akan ada toleransi bagi preman,"

SUMBER : SUARA PEMBARUAN

Waka Polri: Anggota Senkom Harus Berwawasan Global

Posted by senkom tangerang | | Posted in



Wakil Kepala Kepolisian RI (Waka Polri) Komjen Pol Nanan Sukarna meminta agar para anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polisi untuk memiliki wawasan global, berpikir nasional dan bertindak secara lokal.
Waka Polri Nanan Sukarna mengtakan hal itu dalam upacara penutupan Diklatnas Kamtibmas dan Telematika Angkatan IV yang diikuti 1.500 peserta dari seluruh Indonesia yang berlangsung 9-11 April 2013 di Komplek Yayasan Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta.
Menurut Nanan, dengan memiliki wawasan global para anggota Senkom tidak menjadi ketinggalan zaman, dengan berpikir nasional maka anggota Senkom mempunyai rasa kebangsaan yang kuat, dan dengan bertindak lokal akan bisa ikut memajukan bangsa dalam proses pembangunan.
“Anggota Senkom harus merupakan pribadi yang jujur, tepercaya, disiplin, bertanggung jawab, berpandangan luas dan melindungi masyarakat,” katanya.
Ketua Umum Senkom Mitra Polisi H.M. Sirot, SH, SIP mengatakan tujuan diadakan diklat itu selain untuk meningkatkan kemampuan personil Senkom juga untuk mengokohkan kembali semangat serta komitmen dalam peran serta sebagai warga Negara guna memperkokoh persatuan dan kesatuan.
“Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini semakin banyak dan semakin tinggi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” katanya.

Penutupan Diklat Senkom Mitra Polisi 2013
Penutupan Diklat Senkom Mitra Polisi 2013
Menurut Sirot, hal itu jelas akan melemahkan sendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara.
Untuk itu, katanya, kemampuan personel masyarakat yang tergabung dalam kekuatan cadangan (kuatcad) harus ditingkatkan sehingga benar-benar menjadi rakyat terlatih (Ratih), yang siap berperan dalam menjaga ketertiban dalam hidup bermasyarakat.
“Apalagi ancaman itu juga semakin canggih, tak hanya fisik melainkan juga ideology yang mengancam landasan kita dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.
Demikian halnya dengan kejahatan siber, kata Sirot, dengan kemampuan di bidang telematika personel Senkom juga dapat membantu pemerintah dalam melacak dan melakukan intercept terhadap pelaku cybercrime.
“Pelatihan ini juga menjadi semacam ujian bagi personel Senkom mengenai komitmen kami dalam peran aktif terhadap Negara,” katanya.
Menurut Sirot, mereka dating dari seluruh Indonesia membiayai dirinya sendiri sehingga diklat itu bisa berlangsung.
“Hal ini jarang terjadi di mana sebuah organisasi kemasyarakatan yang mempunyai kemandirian seperti Senkom ini,”

RTMC Polda Metro Jaya Rajut Kerja Sama Siaran dengan TVRI

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Ditlantas Polda Metro Jaya terus serius mengembangkan peran Regional Traffic Managemen Center (RTMC) dalam fungsinya sebagai sumber informasi lalu lintas. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman kerja sama siaran antara RTMC Polda Metro Jaya dan Televisi Republik Indonesia (TVRI).

MoU ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan aktivitas dan memberikan informasi khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas. Kesepakatan ini pun disahkan langsung oleh Dirlantas PMJ Kombes Pol Chryshnanda Dwi Laksana dan Micco Kasah, kepala TVRI DKI Jakarta di Gedung TVRI, Senayan.

Kedua belah pihak sepakat membubuhkan tandatangan di atas materai. Diantara butir kerja sama yang akan dijalankan itu, adalah laporan langsung terhadap situasi lalu lintas dari lapangan oleh petugas kepolisian khususnya Polwan.

Menurut Kepala Stasiun TVRI DKI Jakarta, Micco Kasah, pada acara info lalu lintas itu penyiar ditugaskan secara bergilir sesuai jam dinas. Mereka akan melakukan siaran secara live dalam memberikan informasi arus lalu lintas di lapangan

“Target siaran ini dapat menjadi salah satu ujung tombak TVRI DKI Jakarta, sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi pada masyarakat DKI, bagaimana situasi lalu lintas di Jakarta pada jam-jam sibuk, sehingga bermanfaat terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas rutin,” katanya sesaat setelah penandatanganan Mou yang mana bertepatan dengan perayaan HUT TVRI DKI Jakarta Yang ke 6.

"Dan juga, tugas pokok dan fungsi kepolisian nantinya juga akan diketahui masyarakat, dan adanya interaksi melalui tanya jawab oleh para pendengar, serta kerjasama lainnya yang dirasa penting juga akan dibicarakan sebagai tindak lanjut nota kesepahaman," sambungnya.

Senada dengan Micco, Kabid Humas PMJ Kombers Pol Rikwanto juga berharap dari kerjasama ini akan menghasilkan sebuah informasi lalu lintas yang berguna bagi masyarakat. “Dengan adanya kerjasama dengan pihak TVRI DKI Jakarta ini, kami berkomitmen akan memaksimalkan segala bentuk program dan kegiatan ini secara maksimal, sehingga dari segi informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat sasarannya dapat tercapai, dan hingga akhirnya dapat menjadi media pelopor di bidang siaran,” ujar Kombers Pol Rikwanto yang mewakili Kapolda Metro Jaya yang berhalangan hadir.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryhsnanda Dwi Laksana menyambut baik kerjasama yang merupakan pertama kalinya terlaksana dengan TVRI DKI Jakarta ini. Sebab, pada prinsipnya kepolisian sebagai abdi Negara dan masyarakat senantiasa memberikan pelayanan terbaik.

"Momen kerjasama ini salah satu bentuk inovasi RTMC sebagai pusat sumber informasi dalam memberikan segala bentuk informasi yang dibutuhkan masyarakat," paparnya

"Diharapkan Ke depannya pelayanan RTMC dapat lebih baik, kebuthan maayarakat akan informasi terkini dapat segera di penuhi," pungkas Kombes Pol Chryhsnanda Dwi Laksana.

MENCABUT "SIM" BAGI PELANGGAR LALULINTAS

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Dalam UU No 22 Tahun 2009 revisi dari UU 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) telah mengatur tentang pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM). Pencabutan itu utamanya disebabkan oleh pelanggaran dan tindak pidana lalu lintas.

Pencabutan SIM itu bisa dilihat di Pasal 89. Berikut bunyi lengkap pasal yang terdiri dari 3 ayat itu:

(1) Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang memberikan tanda atau data pelanggaran terhadap Surat Izin Mengemudi milik Pengemudi yang melakukan pelanggaran tindak pidana Lalu Lintas.

(2) Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk menahan sementara atau mencabut Surat Izin
Mengemudi sementara sebelum diputus oleh pengadilan.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian tanda atau data pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada Pasal 314 ditegaskan lagi bahwa SIM bisa dicabut. Bunyinya:

Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku tindak pidana Lalu Lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas.

Sedangkan bila pelanggaran itu sampai menyebabkan orang meninggal maka semua sanksinya diatur dalam Pasal 311 ayat 5 yang berbunyi:

Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika Senkom

Posted by senkom tangerang | Kamis, 11 April 2013 | Posted in

  Diklat Kamtibmas dan Telematika Senkom Mitra Polri bersama Mabes Polri diikuti 1500 peserta dibuka secara resmi oleh Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Drs. Oegroseno, SH (9/3/13) mewakili Wakapolri.
Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon udara pada saat upacara pembukaan di lapangan gedung Minhajur Rosyidin Lubang Buaya Jakarta Timur.

Hadir dalam pembukaan Pejabat Mabes Polri, Mabes TNI, Ketua KNPI, BNPB, Kemenpora dan undangan lainnya.
  Dalam sambutan Kabaharkam, saat ini Polri sedang melaksanakan proses reformasi untuk menjadi kepolisian yang profesional, maka Polri harus menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan masyarakat dengan cara merubah paradigma dari yang reaktif dan konvensional menjadi proaktif dan modern dengan mengedepankan kemitraan dalam rangka pemecahan masalah-masalah sosial.

Polri sadar bahwa untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan tenteram dalam masyarakat Polri tidak dapat bekerja sendiri akan tetapi Polri harus bermitra dengan masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat tidak hanya sebagai obyek dalam ketertiban masyakarat akan tetapi sejajar/setara dengan Polri untuk bersama-sama memecahkan masalah sosial yang ada di masyarakat. 


Peran serta masyarakat sebagai state holder dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat harus kembali diberdayakan dan ditingkatkan sehingga masing-masing anggota masyarakat  dapat berperan aktif untuk menjaga keluarga dan lingkungannya dari gangguan kamtibmas.

Oleh karena itu diharapkan setiap anggota Senkom yang ada di seluruh Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya bersama dengan masyarakat untuk membantu dan mensosialisasikan tugas dan kegiatan pemolisian dalam mewujudkan atau terciptanya situasi yang kondusif dan siskamtibmas secara swakarsa.

Keterbatasan sumber daya Polri yang merupakan salah satu hambatan internal Polri dalam pembinaan kamtibmas akan terbantu dengan adanya partisipasi masyarakat terutama dari Senkom sebagai mitra polri dalam pembinaan kamtibmas, lanjutnya.

Rapat koordinasi Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri dengan Mabes Polri dilakukan setelah upacara pembukaan yang dihadiri pula oleh ketua Senkom Provinsi se Indonesia untuk melaporkan semua kegiatan Senkom yang telah dilakukan.

Pada diklat ini  Mabes TNI juga memberikan materi tentang peranan Negara dalam mengamankan setiap jengkal wilayah NKRI yang disampaikan pada peserta kamtibmas.


Materi pembuatan Blog, Eqso, Direction Finder, Cara buat RPU, mengukur jangkauan pancaran radio diberikan pada 500 peserta diklat telematika

SENKOM KAB TANGERANG

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg