Headlines

Posted by senkom tangerang | Selasa, 07 Mei 2013 | Posted in

 
Warga Pemegang E-KTP diingatkan bahwa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hanya bisa difotokopi satu kali.

Jika dilakukan fotokopi berulang-ulang akan "chip" yang penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer.

Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP,
Dia juga mengatakan, chip e-KTP juga akan rusak jika didostabler atau dipres. Sinar mesin fotokopi akan merusak nomor induk kependudukan (NIK).

Untuk itu, e-KTP cukup difotokopi satu kali, dan sebagai solusinya jika ingin memperbanyak, fotokopi pertama itu yang digunakan untuk keperluan lainnya.

Ardian juga menjelaskan, Surat Edaran Mendagri ini ditujukan kepada lembaga keuangan, BUMN, gubernur, bupati, kepala LPNK, kapolri, para pimpinan bank, instansi lainnya dan masyarakat.

Sementara itu, sebagai pengganti e-KTP jika ada keperluan lain pada saat mengurus berbagai syarat yang dibutuhkan, cukup dengan dicatat NIK dan nama lengkap saja, tidak perlu difotokopi.

Buruh Pabrik Kuali

Posted by senkom tangerang | Minggu, 05 Mei 2013 | Posted in


http://jogja.tribunnews.com/foto/bank/images/Bos-Perbudak-Buruh-Dekat-dengan-Polisi-dan-Preman.jpg
Pabrik kuali milik tersangka Yuki Irawan (41) di Kampung Teluk Bayur Opak, Lebak Wangi, kini disegel Polres Metro Tangerang.

Bangunan terdiri dari tiga unit kelompok besar bangunan, di mana tempat penyekapan justru berada tepat di belakang rumah mewah Yuki.

Rumah milik tersangka Yuki terlihat sangat megah. Bangunan berarsitektur model klasik mediterania berdinding krem itu terdiri dari dua lantai.

Rumah dikelilingi pagar besi dengan tempa berulir berwarna tembaga. Di dalam, terdapat area taman dengan paving blok yang tampak digunakan untuk parkir mobil dan area anak bermain.

Sebuah sepeda anak tampak tergeletak di halaman taman tersebut. Siapa menduga, tepat di belakang rumah megah dan cantik tersebut, menempel sebuah bangunan kecil dengan dinding yang tidak diplester.

Bangunan tersebut adalah tempat penyekapan sekitar 30 lebih pekerja yang diperbudak oleh Yuki.

Bagian luar bangunan, ada bale-bale yang tampak digunakan untuk centeng berjaga. Lalu, sebelum pintu masuk ke dalam bangunan, terdapat area untuk memasak.

Namun, tidak terlihat perangkat untuk makan seperti sendok, garpu, apalagi piring. Masuk ke dalam bangunan tersebut, di sebelah kiri terdapat toilet berukuran 1 x 1,5 meter.

Toilet tersebut gelap; dinding tidak diplester; tidak ada bak penampung air kecuali sebuah ember kecil.

Di samping toilet jongkok terdapat satu bungkus sabun colek dan sebuah sikat gigi. Lalu ada selasar kecil yang menghubungkan area pintu masuk ke ruangan yang cukup besar yang tampak digunakan sebagai ruang tidur dan menyekap pekerja.

Ruang tidur itu luasnya sekitar 3 x 4 meter, tanpa jendela, hanya sejumlah lubang udara pada bagian atas tembok. Gelap dan pengap.

Tidak ada fasilitas yang berarti di dalamnya; hanya sebuah kipas, televisi tabung ukuran 14 inci, serta sejumlah tali dan paku untuk menggantung pakaian.

Di lantai semen tergeletak sejumlah tikar yang tampak lusuh. Tikar hanya menutupi bagian lantai yang bersudut pada dinding, sementara sebagian besar lainnya tak bertikar. Inilah ruangan tempat sekitar 30 pekerja tidur dan disekap.

Suasana kelam dan penuh penderitaan terasa pekat saat memasuki bangunan ini. Di salah satu tembok di selasar kecil yang menghubungkan toilet dan kamar terdapat tulisan "sekawan sehidup semati".

Sementara itu, di dalam kamar terdapat tulisan di dinding yang tak kalah menyedihkan. "Budak budak", "Mati Untuk Dikenang", dan "Di sini tempatnya Lelaki Sejati".

Tulisan-tulisan yang menjadi gambaran bagaimana selama ini para pekerja hidup dalam penderitaan.


SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

LANGGANAN BERITA

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg