Headlines

Rano Karno Tinjau Banjir di Kota Tangerang

Posted by senkom tangerang | Selasa, 21 Januari 2014 | Posted in

http://3.bp.blogspot.com/-izFI1ZKaukM/UrgQpQ9Xn2I/AAAAAAAADh4/pSL8AeQ0h7o/s1600/rano%2Bkarno.JPG 
Wakil Gubernur Banten Rano Karno meninjau banjir di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Rabu (22/1). Rano didampingi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Dengan menggunakan perahu karet, Rano, Arief dan Ahmed menelusuri kediaman warga yang terendam banjir. Ketinggian air yang merendam perumahan warga saat ini mencapai satu meter yang disebabkan karena luapan Kali Ledug dan Kali Sabu.
Wali Kota Tangerang Arief menyebutkan terdapat 250 kepala keluarga yang terendam di perumahan periuk Damai. Seluruh warga sudah di evakuasi dan diberikan bantuan. "Semua sudah ditangani oleh pemerintah dan bantuan berupa logistik juga telah diberikan," katanya.
Sementara itu, Rano menuturkan intensitas hujan menambah ketinggian air di sejumlah perumahan. "Saya sudah cek dan meminta laporan setiap daerah terkait penanganan. Intinya, bantuan kepada warga diutamakan," tuturnya.

sumber : www.republika.co.id

Sungai Cisadane Meluap, Tangerang Mulai Tergenang Air

Posted by senkom tangerang | | Posted in

 

Sejumlah lapak pedagang tanaman yang berdekatan dengan Sungai Cisadane terendam banjir. Para pedagang memindahkan tanamannya agar tidak terbawa arus. Permukiman warga di Panunggangan Barat pun telah terkena banjir dari luapan air Sungai Cisadane. Ketinggiannya masih terus bertambah.
Banjir bahkan merendam sejumlah ruas jalan, khususnya yang membentang di sekitar Cisadane, seperti Jalan di Jembatan Shinta, kawasan Cibodas, dan Restoran Istana Nelayan di Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten.
Akibatnya memicu kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut. Tidak sedikit sepeda motor yang mogok akibat nekat menerobos banjir.Motor banyak yang mati karena kemasukan air yang berketinggian 30 sentimeter lebih, pengendara sepeda motor yang terjebak di Jembatan Shinta, Kecamatan Tangerang Kota.

Kementerian Pekerjaan Umum beserta kepala daerah di DKI Jakarta dan Jawa Barat telah sepakat untuk membuat sodetan Sungai Ciliwung ke Cisadane di daerah Bogor. Namun, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menolak rencana tersebut karena dikhawatirkan akan menimbulkan banjir di kedua daerah tersebut. Empat kecamatan di Kota Tangerang diperkirakan akan terkena dampak banjir bila sodetan Ciliwung-Cisadane direalisasikan

12 TEWAS DAN 62.819 JIWA MENGUNGSI DARI BANJIR JAKARTA

Posted by senkom tangerang | | Posted in


http://image.metrotvnews.com/bank_images/actual/209602.jpg 
PIC:METROTVNEWS.COM

banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Jakarta. Semua sungai – sungai mengalami penurunan debit sehingga banjir mulai surut. Berdasarkan pendataan Pusdalops BPBD DKI Jakarta, dampak banjir Jakarta sejak 14/1 hingga 21/1 jumlah terdampak 34 kecamatan, 100 Kelurahan, 444 RW, 1.227 RT, 38.672 KK, dan 134.662 jiwa. Pengungsi sebanyak 62.819 jiwa di 253 titik. Korban jiwa 12 orang meninggal dunia, baik terdampak langsung maupun tidak langsung. Perinciannya:
1. Jakarta Timur
Tinggi Muka Air (TMA) 20 -350 cm. Jumlah terdampak; Kecamatan= 9, Kelurahan= 32, RW= 131, RT= 559, KK= 22.209, jiwa = 65.090. Jumlah pengungsi; 22.405 jiwa. Titik pengungsi; 101 titik. Korban jiwa 7 orang meninggal dunia.

2. Jakarta Selatan
Tinggi Muka Air (TMA) 50 – 300 cm. Jumlah terdampak; kecamatan= 8, Kelurahan= 16, RW= 40, RT= 171, KK= 7.557 jiwa = 29.969. Jumlah pengungsi; 16.345 Jiwa.  Titik pengungsi 44 titik. Korban jiwa; 1 orang meninggal dunia.

3. Jakarta Pusat
Tinggi Muka Air (TMA) 50 – 150 cm. Jumlah terdampak; Kecamatan= 2, Kelurahan= 9, RW= 25, RT= 56, KK= 250, Jiwa= 10.392. Jumlah pengungsi; 3.426 jiwa. Titik pengungsi; 17 titik. Korban Jiwa; tidak ada.

4. Jakarta Barat
Tinggi Muka Air (TMA) 10 – 150 cm. Jumlah terdampak; Kecamatan= 9, Kelurahan= 19, RW= 87, RT= 278, KK= 7.820, Jiwa= 24.933. Jumlah pengungsi; 14.521 Jiwa. Titik pengungsi; 52 titik. Korban jiwa; 1 orang meninggal dunia.

5. Jakarta Utara
Tinggi Muka Air (TMA) 20 – 130 cm. Jumlah terdampak; Kecamatan= 6, Kelurahan= 24, RW= 161, RT= 163, KK= 836, Jiwa= 4.278. jumlah pengungsi; 6.113 jiwa. Titik pengungsi; 39 titik. Korban Jiwa; 3 orang meninggal dunia.

Dibandingkan banjir pada Januari 2013, banjir Januari 2014 hingga kini lebih kecil luas dan dampaknya. Pada Januari 2013 banjir menyebabkan 83.930 jiwa mengungsi di 307 titik.

Proses Pembuatan baru, untuk STNK Hilang

Posted by senkom tangerang | Selasa, 07 Januari 2014 | Posted in



Untuk mengurus STNK yang hilang, siapkan persyaratan data berikut:
1. KTP pemilik kendaraan, asli dan fotokopi.
2. Fotokopi STNK yang hilang.
3. Surat Keterangan Hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat.
4. BPKB asli dan fotokopi.

Prosedur pengurusan STNK hilang adalah sebagai berikut:

1. Cek Fisik kendaraan. Fotokopi hasil cek fisiknya.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.
4. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).
5. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).
6. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.
7. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).

DAPATKAH DITILANG KARENA STNK MATI ?

Posted by senkom tangerang | Rabu, 01 Januari 2014 | Posted in


                    informasi yang kami sampaikan dapat di fahami dengan baik.

Apakah Polisi punya wewenang menilang sepeda motor yang STNK-nya telah mati 2 tahun. Bagaimanakah persoalan ini? Mohon saran dan penjelasannya? Terima kasih.

Jawaban:

Pada dasarnya, secara umum pihak Kepolisian berwenang untuk melakukan penindakan terhadap pemilik motor yang melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang lalu lintas. Tindakan yang diambil ini dapat berupa tindakan langsung atau sering disebut dengan tilang.

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) adalah bukti bahwa kendaraan bermotor telah diregistrasi (Pasal 65 ayat [2] UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan - “UU LLAJ”) yang memuat data kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi kendaraan bermotor, dan masa berlakunya (Pasal 68 ayat [2] UU LLAJ).

STNK ini berlaku selama 5 (lima) tahun dan setiap tahunnya harus dimintakan pengesahan (Pasal 70 ayat [2] UU LLAJ). Juga, sebelum habis masa berlaku dari STNK tersebut, seharusnya wajib diajukan permohonan perpanjangan (Pasal 70 ayat [3] UU LLAJ).

Ketika masa berlaku STNK habis dan tidak diperpanjang, inilah yang kemudian sering disebut sebagai STNK mati. Sesuai Pasal 74 ayat (2) UU LLAJ jo Pasal 1 angka 17 Peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor ini dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi kendaraan jika pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang atau memperpanjang masa berlaku STNK sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sejak masa berlaku STNK habis. Ini merupakan bentuk sanksi administratif bagi pemilik kendaraan bermotor.

Penghapusan dari daftar registrasi dan identifikasi kendaraan ini dapat berakibat kendaraan bermotor tersebut tidak dapat diregistrasi kembali (Pasal 74 ayat [3] UU LLAJ). Dalam hal kendaraan bermotor sudah tidak teregistrasi, maka kendaraan bermotor tidak dapat dioperasikan di jalan. Karena sesuai Pasal 68 ayat (1) UU LLAJ, setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Dalam hal ini tentunya STNK yang dimaksud adalah STNK yang masih berlaku.

Lebih jauh diatur dalam Lampiran Surat Keputusan No. Pol.: SKEP/443/IV/1998 tentang Buku Petunjuk Teknis tentang Penggunaan Blanko Tilang bagian Pendahuluan No. 4 huruf a ayat (2) mengenai pelanggaran lalu lintas jalan tertentu dijelaskan bahwa sesuai penjelasan Pasal 211 KUHAP, mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak dapat memperlihatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK), yang sah atau tanda bukti lainnya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan lalu lintas jalan atau ia dapat memperlihatkan tetapi masa berlakunya sudah kadaluwarsa dapat digolongkan dengan Pelanggaran Lalu Lintas Jalan Tertentu.

Itulah yang menjadi dasar untuk seorang pemilik kendaraan bermotor yang STNK-nya mati dapat ditilang. Karena sesuai ketentuan dalam Pendahuluan No. 1 huruf a Lampiran Surat Keputusan No.Pol.: SKEP/443/IV/1998 tentang Buku Petunjuk Teknis tentang Penggunaan Blanko Tilang, “tilang merupakan alat utama yang dipergunakan dalam penindakan bagi pelanggar Peraturan-peraturan Lalu Lintas Jalan Tertentu, sebagaimana tercantum dalam Bab VI Pasal 211 sampai dengan Pasal 216 KUHAP dan penjelasannya.”

Selain itu, Polisi juga memiliki wewenang sebagaimana diatur dalam Pasal 260 ayat (1) UU LLAJ bahwa “dalam hal penindakan pelanggaran dan penyidikan tindak pidana, Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia selain yang diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berwenang:

a. memberhentikan, melarang, atau menunda pengoperasian dan menyita sementara Kendaraan Bermotor yang patut diduga melanggar peraturan berlalu lintas atau merupakan alat dan/atau hasil kejahatan;

b. melakukan pemeriksaan atas kebenaran keterangan berkaitan dengan Penyidikan tindak pidana di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

c. meminta keterangan dari Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum;

d. melakukan penyitaan terhadap Surat Izin Mengemudi, Kendaraan Bermotor, muatan, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, dan/atau tanda lulus uji sebagai barang bukti;

e. melakukan penindakan terhadap tindak pidana pelanggaran atau kejahatan Lalu Lintas menurut ketentuan peraturan perundang-undangan;

f. membuat dan menandatangani berita acara pemeriksaan;

g. menghentikan penyidikan jika tidak terdapat cukup bukti;

h. melakukan penahanan yang berkaitan dengan tindak pidana kejahatan Lalu Lintas; dan/atau

i. melakukan tindakan lain menurut hukum secara bertanggung jawab.”

Menjawab pertanyaan Anda, maka polisi memang berwenang untuk menilang jika STNK pengendara motor telah mati/habis masa berlakunya.

Demikian penjelasan singkat dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

1. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

2. Peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor;

3. Surat Keputusan No. Pol.: SKEP/443/IV/1998 tentang Buku Petunjuk Teknis tentang Penggunaan Blanko Tilang.

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

LANGGANAN BERITA

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg