Headlines

SALAH SATU BENTENG DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Posted by senkom tangerang | Senin, 29 September 2014 | Posted in

KELUARGA SALAH SATU BENTENG
DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Konsideran Undang – Undang
http://www.bnnkbalikpapan.com/wp-content/uploads/2013/06/indonesia-bebas-narkoba-2015.gif

RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika telah menekankan Narkotika harus diwaspadai, karena dapat menjadi ancaman serius bagi bangsa. Berbagai fakta tentang korban Narkotika dari berbagai kelompok umur, telah menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah, khususnya bagi mereka yang mengalami ketergantungan
terhadap zat tersebut.
Jaringan pelaku dan penggunanya juga tidak mengenal status, semua lapisan masyarakat dari bebagai
profesi dapat saja menjadi bagian dari peredaran narkotika secara ilegal.
Politisi, Pengusaha, Guru, Aparat Penegak Hukum, Pelajar, Mahasiswa, Nelayan, Petani, anak – anak dan orang tua memiliki peluang untuk menjadi pelaku ataupun pengguna. Oleh karena itu, kesadaran semua pihak untuk saling memberikan
peringatan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba adalah langkah awal yang positif.
Tidak harus ditanyakan siapa
yang paling bertanggungjawab terhadap upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Semua pihak tentu mempunyai peran
penting, mulai dari masing – masing individu yang mampu memahami bahwa penyalahgunaan narkoba selain merupakan penyimpangan juga memberikan dampak negatif. Bagi kita yang belum terkena pengaruh Narkoba, harus mampu membangun benteng yang kuat. Keluarga adalah unsur terkecil dalam masyarakat yang mampu membangun benteng terhadap
berbagai penyimpangan yang bertentangan dengan norma kebaikan. Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak –
anaknya untuk mampu berperilaku yang sesuai dengan norma, akan menjadi anti virus yang ampuh dalam menangkal berbagai penyakit masyarakat, salah satunya
adalah menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba

Surat tilang

Posted by senkom tangerang | Rabu, 24 September 2014 | Posted in

SOSIALISASI:

Lembaran Surat Tilang
1. Lembar Merah : Diberikan kepada
pelanggar yang akan melaksanakan
sidang perkara pelanggarannya di
pengadilan;

2. Lembar Biru : Diberikan kepada
pelanggar yang menyatakan setuju
atas dakwaan Penyidik/Penyidik
pembantu dan bersedia membayar
denda maksimal yang ditentukan UU
LLAJ dan disetorkan ke bank yang
ditentukan;

3. Lembar Hijau : Diberikan kepada
pengadilan negeri setempat;

4. Lembar Kuning Diberikan kepada
kesatuan Polri setempat;

5. Lembar Putih : Diberikan kepada
kejaksaan negeri setempat.

Terdapat ada dua cara penyelesaian
perkara pelanggaran lalu lintas jalan
yang dapat dilaksanakan, yaitu:

1. Mengakui Kesalahan, kita akan
diberi LEMBAR BIRU dengan
membayar denda maksimal ke bank
yang ditentukan. Bukti setor denda
dibawa ke Satlantas setempat yang
melaksanakan Razia untuk
mengambil kembali SIM/STNK kita
yang disita.

2. Tidak Mengakui Kesalahan, kita
akan diberi LEMBAR MERAH untuk
mengikuti sidang di pengadilan yang
telah ditentukan dan besarnya denda
diputuskan oleh Hakim. SIM/STNK
yang disita diambil di pengadilan.

Dalam menjalani sidang ada 2 (dua)
cara yang dapat dilakukan:

1. Pelanggar tidak hadir di sidang
pengadilan: Dalam hal ini terdakwa
dapat menunjuk seseorang dengan
menyatakannya di dalam kolom tilang
bahwa ia menunjuk seseorang untuk
mewakilinya di sidang pengadilan.

2. Pelanggar hadir / mengikuti sidang
pengadilan.
Semua denda akan masuk ke kas
negara. Pungutan liar diluar
ketentuan berlaku tidak
diperkenankan.

Penandatanganan MoU antara Polri dan ombudsman

Posted by senkom tangerang | Jumat, 12 September 2014 | Posted in

Penandatanganan MoU antara Polri dan ombudsmanLembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik
Ombudsman RI dan Polri memperpanjang Memorandum of understanding (MoU) tentang penyelesaian laporan dan Pengaduan Masyarakat yang berkahir pada 2014.
MoU ini berdurasi 3 tahun yg diawali pada tahun 2011. Selain menjalin kerjasama penyelesaian laporan dan pengaduan masyarakat, nota ini juga menyepakati tentang bantuan teknis dari Kepolisian untuk menghadirkan secara paksa terlapor dan atau saksi yang tidak memenuhi panggilan Ombudsman RI setelah dipanggil 3 kali berturut - turut dengan alasan yang sah. Kerjasama ini masuk dalam pasal 31 UU 37/2008 tentang ombudsman RI.Data statistik menunjukan selama 5 tahun terakhir, kepolisian selalu menempati urutan kedua institusi yang paling banyak dilaporkan masyarakat. Hingga pertengahan tahun 2014, dari 3021 laporan. Sebanyak 390 atau 12,4 % aduan masyarakat terkait pelayanan Kepolisian.Sementara itu pada 2009, dari 1,237 laporan, 286 diantaranya merupakan pelayanan publik dari institusi Kepolisian. Begitu juga pada 2010 dengan 1.137, sebanyak 241 merupakan laporan Kepolisian. Sampai dengan2011, 2012, 2013 dari 1.867, 2.209 dan 5.173, sebanyak 324, 382 dan 667 aduan berhubungan dengan Kepolisian.Dalam konteks demikian, ketua ombudsman RI, Danang Girindrawardana, berharap semoga dengan penandatanganan MoU ini, penyelesaian laporan yang berkaitan dengan Kepolisian bisa selesai dengan cepat dan tepat. "Semoga pada kurun waktu MoU yang baru tiga tahun mendatang, penuntasan laporan masyarakat juga berjalan dengan lancar sesuai harapan publik", harapnya.
Foto Divisi Humas Mabes Polri.

PERLU PARA PENGEMUDI KETAHUI DAN PATUHI

Posted by senkom tangerang | | Posted in



Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. rambu perintah atau rambu larangan;
b. MarkaJalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. gerakan Lalu Lintas;
e. berhenti dan Parkir;
f. peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain
.
 
Foto: PERLU PARA PENGEMUDI KETAHUI DAN PATUHI

Sudah banyak dari kita yang sehari-harinya mengemudi kendaraan bermotor untuk sampai ditempat tujuan (ke kantor, ke kampus, sekolah dan sebagainya). Namun perlu kembali ditekankan kembali kewajiban setiap orang ketika mengendarai kendaraan bermotor.  Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu. 

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. rambu perintah atau rambu larangan;
b. MarkaJalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. gerakan Lalu Lintas;
e. berhenti dan Parkir;
f. peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain. (Don)

MENCIPTAKAN KENYAMANAN DI MEDIA SOSIAL

Posted by senkom tangerang | Senin, 08 September 2014 | Posted in

Setelah kasus penghinaan terhadap warga Yogyakarta yang dilakukan mahasiswi S2 Universitas Gadjah Mada, FS yang mencuat melalui akun jejaring sosial Path, kali ini giliran akun twitter milik KS menjadi sorotan warga Kota Bandung. Karena kicauan KS di media sosial tersebut, ia dilaporkan ke Polri karena mengandung penghinaan dan diduga melakukan pelanggaran terhadap UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ridwan Kamil, selaku Wali Kota dan pemimpin formal kota Bandung juga merasa mendapat ancaman dari pemilik twitter yang berinisial KS sehingga ia harus melaporkan hal tersebut.

Dari dua peristiwa ini, ada satu nilai dalam masyarakat yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yaitu penghinaan dengan cara apapun, baik melalui dunia maya maupun dunia nyata. Media sosial seolah – olah menjadi media virus “hater” yang dengan mudah menyebarkan kebencian. Karena dalam keadaan tertentu, virus “hater” dapat menular pada pengguna media sosial lainnya untuk turut membenci, padahal ia tidak pernah mengalami atau memiliki fakta yang benar. Mungkin harus dicermati terlebih dahulu dalam memberikan kritik dan masukan terhadap seseorang atau lembaga tertentu yang tujuan awalnya adalah untuk kebaikan, tetapi ketika disampaikan dengan cara - cara yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang negatif. Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki sesuatu (http://id.wikipedia.org/wiki/Kritik). Sedangkan penghinaan merupakan salah satu kejahatan, sebagaimana dijelaskan oleh Adami Chazawi yang membedakannya menjadi panghinaan umum (diatur dalam bab XVI buku II KUHP), dan penghinaan khusus (tersebar diluar bab XVI buku II KUHP). Objek penghinaan umum adalah berupa rasa harga diri atau martabat mengenai kehormatan dan mengenai nama baik orang pribadi (bersifat pribadi). Sebaliknya penghinaan khusus, objek penghinaan adalah rasa/perasaan harga diri atau martabat mengenai kehormatan dan nama baik yang bersifat komunal atau kelompok (http://www.negarahukum.com/hukum/delik-penghinaan.html).

Semoga kita dapat menciptakan kenyamanan dalam memanfaakan media sosial untuk membangun kebaikan baik bagi diri kita maupun untuk orang lain disekitar kita

MEMAHAMI TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM KUHP

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Kita mungkin sering mendengar tentang pencurian dalam kehidupan sehari – hari, baik di media cetak atau elektronik atau juga sebagai korban pencurian. Delik pencurian merupakan delik paling umum, yang kejahatan terhadap kekaaan seseorang, tercantum dalam setiap undang – undang yang ada diseluruh dunia. Di dalam hukum negara kita, pencurian diatur dalam pasal 362 sampai dengan 367 KUHP. Pasal 362 KUHP menjelaskan tentang delik pencurian sebagai berikut “Barang siapa yang mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, dihukum karena pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun”. Akan tetapi terdapat beberapa keadaan khusus berkaitan dengan waktu atau keadaan dilakukannya pencurian yang dapat mengakibatkan pemberatan pada ancaman hukum yang diberikan, yaitu menjadi maksimum tujuh tahun penjara. Keadaan ini dijelaskan dalam pasal 363 KUHP, yaitu : - pencurian ternak; - pencurian karena kesempatan ada kebakaran, bencana gunung meletus, banjir, gempa bumi, kapal tenggelam, kecelakaan kereta api, pemberontakan atau perang; - pencurian yang dilakukan pada malam hari dengan cara masuk ke pekarangan tertutup; - dilakukan oleh dua orang atau lebih; - dilakukan dengan cara merusak, memotong atau memanjat, dengan menggunakan anak kunci palsu. Semoga Informasi singkat ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dalam memahami tindak pidana pencurian yang mungkin dapat saja terjadi disekitar kita

SENKOM KAB TANGERANG

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg