Headlines
Senin, 08 September 2014
senkom tangerang

MENCIPTAKAN KENYAMANAN DI MEDIA SOSIAL

Setelah kasus penghinaan terhadap warga Yogyakarta yang dilakukan mahasiswi S2 Universitas Gadjah Mada, FS yang mencuat melalui akun jejaring sosial Path, kali ini giliran akun twitter milik KS menjadi sorotan warga Kota Bandung. Karena kicauan KS di media sosial tersebut, ia dilaporkan ke Polri karena mengandung penghinaan dan diduga melakukan pelanggaran terhadap UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ridwan Kamil, selaku Wali Kota dan pemimpin formal kota Bandung juga merasa mendapat ancaman dari pemilik twitter yang berinisial KS sehingga ia harus melaporkan hal tersebut.

Dari dua peristiwa ini, ada satu nilai dalam masyarakat yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yaitu penghinaan dengan cara apapun, baik melalui dunia maya maupun dunia nyata. Media sosial seolah – olah menjadi media virus “hater” yang dengan mudah menyebarkan kebencian. Karena dalam keadaan tertentu, virus “hater” dapat menular pada pengguna media sosial lainnya untuk turut membenci, padahal ia tidak pernah mengalami atau memiliki fakta yang benar. Mungkin harus dicermati terlebih dahulu dalam memberikan kritik dan masukan terhadap seseorang atau lembaga tertentu yang tujuan awalnya adalah untuk kebaikan, tetapi ketika disampaikan dengan cara - cara yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang negatif. Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki sesuatu (http://id.wikipedia.org/wiki/Kritik). Sedangkan penghinaan merupakan salah satu kejahatan, sebagaimana dijelaskan oleh Adami Chazawi yang membedakannya menjadi panghinaan umum (diatur dalam bab XVI buku II KUHP), dan penghinaan khusus (tersebar diluar bab XVI buku II KUHP). Objek penghinaan umum adalah berupa rasa harga diri atau martabat mengenai kehormatan dan mengenai nama baik orang pribadi (bersifat pribadi). Sebaliknya penghinaan khusus, objek penghinaan adalah rasa/perasaan harga diri atau martabat mengenai kehormatan dan nama baik yang bersifat komunal atau kelompok (http://www.negarahukum.com/hukum/delik-penghinaan.html).

Semoga kita dapat menciptakan kenyamanan dalam memanfaakan media sosial untuk membangun kebaikan baik bagi diri kita maupun untuk orang lain disekitar kita

senkom tangerang on 17.47. . . by: S 13 FBI

senkom tangerang on 17.47. . .

0 komentar for "MENCIPTAKAN KENYAMANAN DI MEDIA SOSIAL"

Komentarlah dengan bijak !!!Mohon Komentar anda tidak boleh mengandung unsur: 1. Penghinaan, Pelecehan, Pornografi atau SARA lainnya. 2. Spamming (spamming content). 3. Link Aktif, Teks Anchor ataupun sejenisnya. Terima Kasih telah memberikan komentar pada Website ini.

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg