Headlines
Kamis, 14 April 2016
senkom tangerang

ANTI RADIKALISME,ANTI TERORISME DAN ANTI ISIS


Jakarta - Pendiri sekaligus Ketua Pembina Senkom Mitra Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi (lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 27 Juli 1947) adalah seorang purnawirawan polisi. Ia pernah menjadi Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim Mabes Polri. beliau dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir.Beliau dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Desember 2011 di Istana Negara berdasarkan Keppres No.74/P/Tahun 2011.
memberikan paparan ANTI RADIKALISME,ANTI TERORISME DAN ANTI ISIS kepada 2000an Anggota Senkom Mitra Polri se Indonesia DIKLATNAS SENKOM MITRA POLRI ,Jakarta Timur(14/4/2016) dalam paparannya beliau mengatakan  upaya deradikalisasi yang dilakukan pemerintah belum berhasil menurunkan tindakan terorisme. Alasannya, kerja sama antar-institusi belum terlalu kuat dalam menangani masalah ini. “Kalau BNPT saja tidak cukup dalam untuk mengurangi terorisme, kita harus lebih serius dan bekerjasama dalam menghadapi ancaman ideologi radikal ini! sekarang ini telah beredar berbagai macam  informasi di kalangan media baik di media cetak maupun elektronik tentang berbagai macam kegitan yang dapat merusak, menganggu ketentraman, kedamaian ,kesejahtraan di dalam masyarakat yang di sebarkan oleh oknum atau golangan yang tidak mempunyai pemahan nilai nilai pancasila
Senkom Mitra Polri Konsen dengan  ANTI RADIKALISME,ANTI TERORISME DAN ANTI ISIS dengan di adakan DIKLATNAS BELA NEGARA DAN KAMTIBMAS anggota Senkom mengerti betul apa yang harus dilakukan,Dalam Urgensi Bela Negara Demi Menjaga Keutuhan NKRI, Komjen Pol (Purn) Drs Nurfaizi  mengatakan saat ini banyak tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama sehingga hal itu menimbulkan kerawanan disintegrasi Ia mengatakan untuk menghadapi tantangan Bangsa Indonesia yang semakin kompleks maka perlu adanya peran anggota Senkom Mitra Polri dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 Berdasarkan pengalaman di berbagai kabupaten dan kota yang telah melaksanakan pelatihan kader Bela Negara, sebagian besar kuota terpenuhi oleh anggota Senkom, karena mencari kader dari unsur masyarakat lainnya masih terbilang sulit. 
“Ini soal panggilan jiwa yang dipupuk melalui pembekalan nilai-nilai kebangsaan dan ditanamkan kepada para anggota, jadi dalam hal Bela negara, jangan ragukan Senkom, karena NKRI harga mati!’

Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572
Bangsa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi incaran dan sasaran gerakan politik yang mengatasnamakan Islam, termasuk kelompok ISIS. Kompleksitas radikalisme di Indonesia yang tidak mudah diselesaikan karena akan selalu dikaitkan dengan pergolakan dunia lain terutama Timur Tengah, sehingga pilihan untuk penguatan basis kebangsaan dan ke Indonesian dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme merupakan solusi jangka panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah, disamping solusi jangka pendek yaitu dari sisi penegakan hukum dan ketegasan sikap dari keamanan yang berwenang. Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat mengkhawatirkan di kalangan dunia internasional, karena dianggap mengganggu perdamaian dunia, oleh karena itu gerakan anti ISIS banyak bermunculan di berbagai negara, tidak ketinggalan di Indonesia, gerakan penolakan ISIS pun marak bermunculan di berbagai kegiatan sebagai upaya menangkal penyebaran faham tersebut, baik di kalangan ormas mapun perguruan tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/simanungkalitrai/menangkal-radikalisme-penguatan-radikalisasi-pancasila-harus-dilakukan_556279f0b27a61e6078b4572

senkom tangerang on 20.59. . . by: S 13 FBI

senkom tangerang on 20.59. . .

0 komentar for "ANTI RADIKALISME,ANTI TERORISME DAN ANTI ISIS "

Komentarlah dengan bijak !!!Mohon Komentar anda tidak boleh mengandung unsur: 1. Penghinaan, Pelecehan, Pornografi atau SARA lainnya. 2. Spamming (spamming content). 3. Link Aktif, Teks Anchor ataupun sejenisnya. Terima Kasih telah memberikan komentar pada Website ini.

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg