Headlines

Isu-isu keamanan siber

Posted by senkom tangerang | Selasa, 22 November 2016 | Posted in


Isu-isu keamanan siber menjadi perhatian dunia, hal ini terlihat ketika untuk pertama kali delegasi Indonesia yang diwakili oleh Ditjen Aptika, Kementerian Kominfo menghadiri konferensi global pertama tentang cyberspace di London pada akhir tahun 2011, yang dihadiri 700 peserta dari 60 negara meliputi para Menteri, para pejabat pemerintah, para pemimpin industri, pewakilan komunitas Internet dan masyarakat sipil. Para delegasi yang hadir setuju bahwa Internet harus aman dan terpercaya agar pemerintah, industri dan masyarakat sipil dapat menjalankan bisnisnya melalui Internet yang aman dan dengan percaya diri.
Internet memiliki peran ekonomi yang penting sebagai mesin dan fasilisator pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bangsa dan negara, terutama di Indonesia. Teknologi Internet telah terbukti menjadi faktor penting dalam pertumbuhan produktivitas dan inovasi. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dapat menjadi yang terbaik dan terpercaya dalam layanan e-commerce di kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN karena perkembangan Internet yang semakin pesat.
Dunia siber merupakan domain baru pada era informasi (Information Age) yang penuh dengan kegelisahan sebagai akibat dari meluapnya informasi. Bell & Wurman (1990) pernah mengemukakan bahwa berlimpahnya informasi dapat mengakibatkan kecemasan informasi(information anxiety). Hal ini merupakan implikasi dari new online reality, manakala perhatian menjadi mudah terpecah dan menjadi komoditas (attention economy) sehingga dibutuhkan para stakeholder berskala nasional dan global yang memiliki tanggung jawab untuk saling berkolaborasi dalam menjaga ketahanan nasional. 
Ketersediaan informasi yang akurat/valid dan reliable pada hakikatnya juga membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan yang memadai dan terpercaya aman dalam mentransmisikan pesan secara elektronik. Realitasnya, saat ini teknologi infrastruktur sepintas terlihat sebagai sistem yang membingungkan. Ratusan hingga ribuan komputer, server, routers, switches, dan kabel fiber optic yang tersebar di Indonesia menopang infrastuktur kritis nasional saat ini agar jaringan internet dapat bekerja belum sepenuhnya mementingkan aspek keamanan informasi padahal keamanan jaringan dan perlindungan data pribadi berperan penting di era dunia siber saat ini
Namun dengan bertambahnya jumlah laporan insiden keamanan siber yang terus meningkat, ancaman siber tidak hanya membahayakan infrastruktur informasi penting yang ada, namun juga bisa mengancam kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi yang sensitif yang umumnya kita proses, kirim dan simpan secara online. Oleh karena itu, untuk memitigasi ancaman siber, pemerintah Indonesia berencana untuk lebih memperkuat dan memperluas kapasitas keamanan siber dalam hal struktur kelembagaan dan koordinasi terkait pengembangan keamanan siber nasional. Pemerintah sebagai regulator memiliki peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa, menstimuli pertumbuhan ekonomi, serta melindungi berbagai gagasan kreativitas, dan inovasi masyarakat lokal. Tanggung jawab pemerintah dalam hal ini termasuk menjaga kesinambungan infrastruktur teknologi nasional yang utama (kritis) bekerja dengan baik.
Saat ini pemerintah telah memiliki beberapa peraturan perundang-undangan sebagai kerangka acuan penegakan hukum keamanan siber di Indonesiaseperti Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang , UU nomor 36 tahun 1999, UU nomor 14 tahun 2008, UU nomor 25 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2012. Namun, faktor yang paling utama dan penting adalah peningkatan kesadaran keamanan siber disemua lapisan baik pemerintah, industri dan masyarakat sipil, mulai dari murid sekolah, remaja, orang tua, karyawan, sampai pakar keamanan informasi, anggota dewan direktur dan komisaris serta para pejabat pemerintah.
Salah satu mahasiswa yang meneliti Keamanan Informasi Indonesia, Yudhistira Nugraha, dengan asistensi Professor Ian Brown dari Oxford University, mengemukakan hasil penelitiannya tentang “Masa Depan keamanan Siber Indonesia“ dengan menggali berdasarkan lima dimensi cakupan Kapasitas Keamanan Siber yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
1.         Kebijakan dan Strategi keamanan Siber,
a.    Dokumen strategi nasional keamanan siber
b.    Respon terhadap insiden
c.     Perlindungan terhadap kritis nasional
d.    Manajemen krisis
e.    Perhatian terhadap keamanan siber
f.     Redudansi sistem elektronik
2.         Budaya dan Masyarakat Siber,
a.    Pola pikir keamanan siber
b.    Kesadaran keamanan siber
c.     Keyakinan dan kepercayaan pengguna di internet
d.    Privasi daring
3.         Pendidikan, pelatihan dan keterampilan keamanan siber,
a.    Ketersediaan pendidikan dan pelatihan nasional bidang keamanan siber
b.    Pengembangan pendidikan nasional bidang keamanan siber
c.     Prakarsa pendidikan dan pelatihan keamanan siber di dalam sektor publik dan swasta
d.    Tata kelola organisasi, pengetahuan, dan standar
4.         Kerangka hukum dan peraturan keamanan siber,
a.    Kerangka kerja hukum keamanan siber
b.    Fungsi dan kewenangan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana siber
c.     Alur laporan pertanggung jawaban terhadap kerentanan dan kebocoran sistem elektronik
5.         Standar, organisasi, dan teknologi keamanan siber
a.    Kepatuhan terhadap standar
b.    Ketahanan infrastruktur nasional
c.     Pasar keamanan siber
Selanjutnya penelitian menuangkan kedalam sebuah roadmap (peta jalan). Seperti halnya suatu peta dalam satu perjalanan. Peta yang baik akan menuntun organisasi untuk mencapai tujuan tepat waktu secara efisien dan efektif. Mengingat persoalan keamanan informasi sangat luas, baik dari segi organisasi maupun cakupan tugas fungsinya, maka pemetaan strategi sangat penting. Pemetaan akan mengingatkan masing-masing unit pelaksana akan tugas fungsinya, kejelasan wewenangnya, serta inventarisasi tugas-tugas yang belum dilakukan. Selain itu, keamanan informasi akan lebih mengetahui permasalahan yang ada serta strategi yang perlu dilakukan. Manfaat yang diperoleh dengan adanya road-map antara lain:
  1. Perjalanan lebih terarah.
  2. Strategi jelas. Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalanan .
  3. Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpangan tersebut dan mengarahkan kembali ke jalur yang sudah ditetapkan.
  4. Kondisi awal teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
  5. Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing dalam pelaksanaan strategi.
Peta masa depan keamanan siber  di  Indonesia terdiri dari 20 langkah rekomendasi yang disarankan untuk mengembangkan kapasitas keamanan siber di Indonesia. Kedalam sebuah Buku Putih berjudul The Future of Cybersecurity Capacity in Indonesia yang ditulis  oleh Tim dari Universitas Oxford bekerjasama dengan Telkom University dan Ditjen Aptika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, diharapkan dapat mengisi kesenjangan yang ada terkait pengembangan kapasitas keamanan siber nasional serta memberikan perhatian yang lebih kepada agenda prioritas yang perlu dilaksanakan dalam rangka memperkuat kapasitas keamanan siber di Indonesia.  20 faktor kapasitas yang menjadi rekomendasi diantara tahapan start-up dan formative dengan beberapa faktor untuk mencapai tahapan established, tetapi tidak ada yang dijangkau secara penuh dari berbagai tahapan.   Peta 20 rekomendasi tersebut digambarkan sebagai berikut :

  1.  Mengembangkan strategi keamanan cyber nasional (NCSS).
  2. Memperkuat peran dan koordinasi fungsi ID-SIRTII / CC sebagai nasional CERT.
  3. Membuat daftar proyek penting infrastruktur nasional  dan membuka kerjasama dengan semua stake holder dan perusahaan yang bergerak dibidang proyek tersebut.
  4. Mengadakan pelatihan manajemen krisis tingkat nasional dengan melibatkan semua yang berkepentingan dalam rangka persiapan yang kuat dan matang dalam penanganan insiden siber.
  5. Membuat dan membangun masyarakat yang peka dan peningkatan kemampuan militer untuk melindungi kepentingan nasional di dunia maya.
  6. Membangun tim respon darurat dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
  7. Mengembangkan strategi komunikasi cybersecurity untuk memperkuat dan memperluas kampanye cybersecurity nasional.
  8. Pengembangan portal nasional yang memegang kendali penuh tentang kewaspadaan tentang siber baik di tengah masyarakat, pemerintah, dan swasta.
  9. Mengembangkan promosikan yang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan dalam layanan online, seperti layanan e-government dan e-commerce.
  10. Mengembangkan strategi pemasaran standar untuk mempromosikan privasi online untuk melindungi data pribadi.
  11. Mengidentifikasi pusat keunggulan pendidikan dan penelitian tentang keamanan siber untuk menemukan kekuatan dan memberikan investasi terfokus untuk mengatasi kesenjangan yang ada.
  12. Mengadakan program pendidikan dan pelatihan keamanan siber pada setiap karyawan pemerintah, BUMN dan swasta.
  13. Membuat registrasi nasional untuk jaminan informasi dan dewan pakar keamanan siber lintas sektor (publik dan privat) untukmenumbuhkan bakat baru sebagai sebuah profesi.
  14. Meningkatkan kewaspadaan oleh pejabat pemerintah dan seluruh perusahaan yang memegang peranan penting tentang kemanan data sensitive tentang bahaya nya interaksi siber.
  15. Meninjau ulang segala aturan hukum yang ada, sebagai contoh perubahan UU ITE tentang pasal yang ada dalam undang-undang tersebut apakah masih relevan atau tidak dalam memerangi kejahatan siber.
  16. Ketegasan dalam penegakkan hukum dan peningkatan kemampuan jaksa dalam penyelidikan kejahatan siber dan membawa nya ke pengadilan.
  17. Membuat sistem pelaporan tunggal operator sistem elektronik untuk pelayanan publik untuk melaporkan dan mengungkapkan insiden siber dan pencurian data sehingga dapat dilakukan aksi/ tindakan.
  18. Menghimbau peningkatan kemanan dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah dalam rangka penguatan sistem keamanan siber nasional.
  19. Membuat unit kerja pemerintah di bawah kementrian terkait yang memantau dan mengendalikan langsung dalam hal keamanan dan ketahanan siber Indonesia.
  20. Memberikan subisidi terhadap perusahaan dalam negeri yang memberikan kontribusi produk dalam masalah kemanan siber dan mendorong pangsa pasarnya.
Sebuah Peta seharusnya memberikan fleksibilitas sehingga melukiskan “banyak jalan untuk menuju roma’’. Dari peta masa depan keamanan siber tersebut telah menunjukan banyak rambu-rambu dan kotak-kotak yang harus diwaspadai selama dalam perjalanan. Namun sebagaimana perjalanan seharusnya tersusun dengan baik tujuan awal dan akhir dan prioritas mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Apakah Peta 20 rekomendasi tersebut berusaha menunjukan urutan prioritas yang sebenarnya dan sesuai realita harus dicek dengan kondisi dan kenyataan yang dihadapi. Namun kami beranggapan 20 rekomendasi tersebut telah mewakili kondisi yang mungkin ada dan terjadi di Indonesia. Permasalahan kedua yakni terkait budaya birokrasi, bahwa sebuah Roadmap dapat dijadikan sebagai rujukan apabila telah disetujui oleh para pihak yang terkait dalam ekosistem tersebut dan disahkan oleh Negara sebagai pemegang otoritas. 
Hasil penelitian tersebut dapat diakses di PETA MASA DEPAN KEAMANAN SIBER INDONESIA  : bit.ly/FutureOfCybersecurity

TELEMATIKA DAN INFORMATIKA

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang pada awalnya Ditjen Aplikasi Telematika merupakan salah satu stuan kerja di Departemen Komunikasi dan Informatika. Didirikan  sesuai Keputusan Presiden Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan tugas Eselon I Kementrian Negara R.I sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No.15 Tahun 2005. Ditjen Aptel mengemban amanat  pengembangan Information and Communication Technology (ICT)  yang efektif di Indonesia. Pengembangan tersebut dari sisi Computer, dan Content.
Memasuki tahun 2010, struktur organisasi dan tata kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika mengalami perubahan dengan diterbitkannya Permen Kominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Memasuki tahun 2010, struktur organisasi dan tata kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika mengalami perubahan dengan diterbitkannya Permen Kominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Pada struktur yang baru terdapat penajaman fungsi, Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Ditjen Aptel) menjadi Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika). Perubahan dalam mengoptimalkan potensi besar pengembangan sistem e-government, e-commerce dan e-education di Indonesia. Terdapat 6 elemen, yakni: (1) application (aplikasi); (2) information security(keamanan informasi); (3) network (jaringan); (4) data disaster recovery (data cadangan); (5) dan end-user education (edukasi pengguna TIK). Artikel ini akan menjelaskan ruang lingkup Telematika dan Informatika di Indonesia.

Definisi  Telematika
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “Telematique” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika. Sehingga sering dikatakan  bahwa telematika merupakan kependekan dari TELEkomunikasi, MultimediA dan informaTIKA.
Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telecommunication and Informatics” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang spesifik , sebagai contoh adalah:
  • Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi / Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Definisi  Informatika
Dalam Bahasa Indonesia, istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis “Informatique”, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik. Sebenarnya, kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris. Dalam pendefenisian istilah informatika, menurut Philippe Dreyfus (1962) dan l`Academie Francaise (1967) yang mendefenisikan informatika tersebut sebagai disiplin Ilmu (scientific discipline) dan disiplin Teknik (engineering discipline) yang secara spesifik menyangkut transformasi / pengolahan dari simbol/ data/informasi), yang terutama menggunakan fasilitas mesin-mesin otomatis/komputer. Dalam bahasa Inggris Informatika memiliki makna yang sedikit berbeda, yaitu lebih menekankan pada aspek pengolahan informasi secara sistematis dan rasional.
Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatikainformatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.
Dalam ruang lingkup yang lebih luas, informatika meliputi beberapa aspek:
  • teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informas
  • ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
  • ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan pemrograman yang berbasis komputer.
  • sistem informasi yang mempelajari mengenai teknik pengembangan suatu sistem untuk mengolah berbagai macam informasi yang ada
  • keamanan informasi ilmu yang mempelajari mengenai kajian proses mengamankan dan melindungi data pada yang ada pada sistem atau komputer
  • informatika sosial yang mengkaji aspek sosial dari TIK dalam perubahan sosial dan organisasional, penggunaan teknologi dalam konteks sosial, dan cara kelembagaan sosial teknologi informasi yang dipengaruhi oleh kekuatan sosial dan praktek-praktek sosial/kemasyarakatan
Seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka studi Teknik Informatika diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Percabangan yang muncul dari Teknik Informatika antara lain:
  1. Programmer: Yaitu pekerjaan membuat sebuah program yang bermanfaat berupa  sebuah sistem perangkat lunak (program) yang untuk industri, pertelevisian, perbankan, media,atau  instansi tertentu.
  2. Software Engineer: Yaitu pekerjaan sebagai pengembang software untuk pendidikan, bisnis, hiburan dan lain sebagainya. Dengan menguasai bebagai ilmu selama kuliah, saya yakin pasti kamu bias menguasainya, asalkan kamu mau belajar dengan giat dan tekun.
  3. IT Consultant: Dengan menguasai  bahasa pemrograman, teori teknologi, serta keahlian membuat program berbasis komputer maka terdapat pekerjaan sebagai IT consultant.
  4. Web Engineer: Pekerjaan sebagai pembuat, perancang atau pengembang sebuah website untuk perusahaan perusahaan yang membutuhkan jasa website yakni laman media informasi yang ada di internet.
  5. System Analyst: Sistem analis merupakan pekerjaanya membuat dan mengembangkan solusi yang lebih baik dalam memajukan sistem informasi suatu perusahaan.
  6. Database Engineer: Pekerjaan di instansi  / perusahaan sebagai pengembang atau pengelola data-data secara teratur agar dapat dapat dicari dengan mudah dan tidak adanya kehilangan data-data tertentu.
  7. Software Tester: Merupakan pekerjaan menguji software yang baru diciptakan, apakah sudah sesuai dengan keinginan atau tidak.
  8. Game Developer: Sebuah game diciptakan dengan teknik grafis komputer. Pekerjaan membuat game dan menjualnya secara online, meski bias dilakukan secara individu namun saat ini telah dikelola secara professional oleh perusahaan di dalam dan luar negeri.
  9. Computer Network: Komputer network adalah pekerjaan yang bertugas untuk merancang arsitektur dan pembangunan suatu jaringan.
  10.  Intelligent System Developer: Pekerjaan  sebagai pengembang perangkat lunak yang bersifat intelejen, seperti system pakar, sistem prediksi dan lain sebagainya.

Pembagian Sektor TIK
Kondisi saat ini yakni perkembangan TIK telah mengintegrasikan berbagai Infrastruktur Telekomunikasi, Internet serta Aplikasi dan Konten menjadi satu kesatuan. Seluruh Infrastruktur yang ada saling mempengaruhi sehingga harus terintegrasi dengan baik Perkembangan Teknis dan Non Teknis-nya berkembang dengan sangat cepat dan Renstra TIK harus sanggup mengakomodir perkembangan-perkembangan tersebut. Sektor TIK dapat dikelompokan menjadi 3 lapisan yakni :
  • Infrastruktur Telekomunikasi, lapis bawah : Tempat seluruh lalu lintas Telekomunikasi, termasuk Internet mengalir. Juga digunakan untuk Penyiaran.
  • Infrastruktur Internet, lapis tengah : Jaringan yg menghubungkan seluruh server2 yg membentuk jaringan internet, menggunakan standard-standar teknis seperti TCP/IP, DNS, SSL dan lain-lain.
  • Aplikasi dan Konten, lapis atas : Jaringan Perangkat Lunak di peralatan-peralatan server dan akses yang saling terhubung, menggunakan standard-standar teknis seperti HTML, XML, dll.
Dalam diagram dapat digambarkan sebagai berikut :


Penutup
Pada hakikatnya informatika lebih spesifik dan beragam daripada telematika karena mengatur bidang yang lebih luas dan bersifat adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perubahan juga dipicu oleh makin pesatnya perkembangan ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan data dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan pemrograman yang berbasis komputer. Perkembangan yang pesat juga dari studi sistem informasi dan keamanan informasi untuk melindungi dan mengamankan data sehingga bermunculan spesialis pekerjaan baru seperti security sistemanalys risk managementsecurity auditor, penyidik dan pemeriksa (cyber cops) dan lain-lain.  Ditjen Aplikasi Informatika sebagai pemerintah diharapkan mampu mengawal perkembangan dan pertumbuhan tersebut secara baik, terarah dan terencana dengan membuat regulasi-regulasi dan memfasilitasi stakeholders yang ada di dalam dan luar negeri. (MOW)

TNI Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Posted by senkom tangerang | | Posted in



Presiden Joko Widodo  sebagai Panglima Tertinggi TNI,  meminta para prajurit melawan adu domba yang akhir-akhir ini menguat dan  memerintahkan agar TNI tidak menoleransi gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi.     

Pernyataan Presiden di Markas Besar TNI Angkatan Darat kemarin  hendaknya dipandang sebagai  support terhadap TNI yang diharapkan mampu dan mau bertindak tatkala rakyat, bangsa dan Negara dihadapkan pada kondisi yang dapat merusak kesatuan, persatuan dan kedamaian di negeri yang merdeka serta demokratis ini.   

Demokrasi memungkinkan masyarakat menyampaikan segala aspirasi , pernyataan sikap terhadap segala sesuatu yang terjadi di negeri ini, dan hal itu dijamin oleh Undang Undang. Tetapi yang harus diingat adalah, dialam demokrasi negeri Indonesia, kebebasan menyampaikan pendapat bukan diarahkan atau mengarah pada provokasi yang dapat merusak , memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhineka tunggal ikha ini.     

Disisi lain, TNI yang sangat kental dengan perjuangan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, manunggal dengan rakyat, mengemban tugas  multi talent, disaat Negara membutuhkan , TNI hadir setiap saat. Tidak ada salahnya Presiden  mengingatkan jajaran TNI POLRI kompak untuk tetap dekat dengan rakyat, tetapi bersikap tegas tatkala persatuan dan kesatuan bangsa  negeri ini terganggu. Sama halnya kita juga harus tetap ingat pesan pahlawan yang menjadikan negeri ini merdeka bebas dari penjajahan. 
    

Pesan pahlawan nasional Muhammad Hatta bahwa,“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. “Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”   

Pesan yang sangat mendalam kepada semua rakyat Indonesia ini, hendaknya terus tertanam dalam jiwa dan raga rakyat Indonesia yang telah merdeka, sampai kapan pun dengan silih berganti generasi.     

Kompak dan bersatu. Maka kita akan bisa mempersatukan Indonesia, ras yang beda, suku, agama yang beda dalam wujudkan cita-cita bangsa kita. Jadilah perekat kemajemukan dalam bhineka tunggal ika. Selesaikan masalah tanpa masalah. 

TNI BERSAMA RAKYAT

Posted by senkom tangerang | | Posted in

Kesejatian TNI Sesungguhnya adalah Bersama Rakyat

Keyakinannya bahwa, kedaulatan dan kehormatan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sang Saka Merah Putih terus terjaga dan ditegakkan.  Jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional harus terus diperkuat.  Oleh karena itu kehadiran TNI dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, menjadi semakin penting dengan tantangan penugasan yang semakin kompleks. Tantangan yang dihadapi Indonesia bukan hanya terbatas pada perang terbuka,  tapi perang asimetris, persaingan ekonomi, persaingan diplomasi, persaingan teknologi, dan persaingan soft power.
Hal tersebut tidaklah mudah tetapi jika TNI sadar dan mau terus meningkatkan kecanggihan Alutsista dan kemampuan prajuritnya dengan melakukan latihan-latihan berkesinambungan sebagai bagian tidak terpisahkan dari itu semua. Tentu hal lain yang harus diperhatikan dalam hal ini Negara percaya bahwa prajurit dan keluarga TNI harus sejahtera, dimanapun prajurit berada dan bertugas. Kalau kesejahteraan terpenuhi dapat dipastikan perwujutan Indonesia berdaulat dipastikan dapat diraih. Sehubungan dengan hal itu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional harus terus diperkuat, apabila TNI terus berdiri bersama-sama rakyat, terus senafas dengan rakyat, terus menjadi Tentara Rakyat maka Indonesia akan menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global.

Rakyat percaya TNI adalah Tentara Pejuang yang mempunyai semangat pantang menyerah dalam mempertahankan setiap jengkal Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga sumber daya alamnya. Sebagai Tentara Nasional, TNI juga terus menjaga kebhinneka-tunggal ika-an Indonesia. Sedangkan sebagai Tentara Profesional, TNI akan terus meningkatkan kecanggihan alutsistanya dan kemampuan prajuritnya dengan melakukan latihan-latihan berkesinambung. Sebagai bagian tidak terpisahkan dari itu semua, negara percaya bahwa prajurit dan keluarga TNI harus sejahtera di manapun mereka bertugas 
 Sejalan dengan peringatan HUT ke-71 TNI tahun 2016 yang mengangkat tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian. Kesejatian tersebut harus terus ditumbuhkembangkan dan diselaras-serasikan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern, sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok, karena bersama rakyat TNI kuat dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kedekatan dan kebersamaan TNI-Rakyat merupakan inti dan pusat kekuatan (centre of gravity) dari Sistem Pertahanan Semesta yang kita anut.

Pesan dari Bapak Kapolri

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Pesan dari Bapak Kapolri:
Sebagai Masyarakat Indonesia yang baik, Hukum harus selalu dikedepankan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Indonesia.

TNI-Polri Siap Ciptakan Rasa Aman

Posted by senkom tangerang | | Posted in


TNI-Polri Siap Ciptakan Rasa Aman dan Lindungi Masyarakat
Menghadapi isu unjuk rasa pada tanggal 25 November dan 2 Desember 2016, TNI dan Polri siap menciptakan rasa aman dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian kepada awak media, usai melaksanakan kegiatan video confrence dengan para Kapolda dan Pangkotama seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).

Banjir Total Persada

Posted by senkom tangerang | Kamis, 17 November 2016 | Posted in

Tangerang - Perumahan Total Persada,Tangerang masih tergenang banjir setinggi dua meter lebih.Meski kebanyakan warga mengungsi, masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka.Petugas pun turut membantu warga yang ingin dievakuasi ke pengungsian. Kebanyakan warga telah berada di pengungsian. Sedikitnya, 200 rumah terendam banjir dan 800 warga terpaksamengungsi.
tanggul di sekitar Perumahan Total Persada tidak mampu membendung air. Hal ini membuat limpahan air membanjiri permukiman warga yang posisinya lebih rendah dibanding kali.

Polisiku

Posted by senkom tangerang | | Posted in



Butuh bantuan polisi segera, tapi tidak tahu dimana pos polisi terdekat? Cukup buka aplikasi ini dan anda akan disajikan daftar pos polisi yang terdekat dari posisi anda sekarang. Anda juga dapat langsung menelepon pos polisi tersebut melalui aplikasi ini.
Aplikasi PolisiKu memiliki 2 fitur utama :
- Mencari pos polisi terdekat dari posisi user
- Mencari pos polisi dimana saja di Indonesia
Selain itu, anda dapat mencari pos polisi sesuai kebutuhan anda :
- Bantuan keadaan darurat
- Pelayanan SIM
- Pelayanan BPKB dan STNK
- Pelayanan SKCK
- Laporan kehilangan
- Laporan polisi nakal
- Laporan penyalahgunaan narkoba/ miras
serta 2 layanan yang tidak dibawahi Polri :
- UGD
- Pemadam Kebakaran
Dengan aplikasi ini anda dapat melihat
- jarak pos polisi dari lokasi anda
- alamat pos polisi
- lokasi pos polisi pada peta
- nomor telepon pos polisi, dan langsung menelepon dengan cara menekan button pada aplikasi
- jam pelayanan pos polisi
- syarat dan ketentuan pelayanan

SENKOM KAB TANGERANG

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg