Headlines

Diklat Senkom 2016

Posted by senkom tangerang | Senin, 12 Desember 2016 | Posted in

Diklat Kamtibmas Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang 2016



































016

Sosialisasi UU Nomor 22 Tahun 2009

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Tigaraksa- Senkom mitra Polri Kabupaten Tangerang Bekerja sama dengan Binmas Polres Kota tangerang mengadakan Diklat Kamtibmas dan sosialisaisi sosialisasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan 12/12/2016,bertempat di Aula Serba Guna bola sundul di Pusat pemerintahan Kabupaten tangerang
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh anggota Senkom tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Dalam Pemaparannya Brigadir Romli Binmas Polres Kota tangerang mengatakan berdisiplin berlalu lintas adalah kewajiban bagi kita semua sebagai pengguna jalan, apalagi Senkom harus menjadi pelopor dalam berlalu lintas. Beliau menyampaikan besarnya angka kecelakaan di jalan yang disebabkan oleh pengendara jalan lain yang tidak berdisiplin dalam berlalu lintas, oleh karena itu setelah mendapatkan sosialisasi ini diharapkan seluruh anggota Senkom berikut keluarga dan masyarakat semakin tertib berlalu lintas, lengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan  pengemudi.
” Kepada kalian, para anggota Senkom marilah jadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan dan jadikan budaya keselamatan sebagai kebutuhan,” ajak Brigadir Romli.(gj)

Diklat Kamtibmas 2016

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Tigaraksa - Senkom Mitra Polri Kabupaten tangerang Bekerjasama  dengan Jajaran Binmas Polres Kota tangerang mengadakan Diklat kamtibmas dan sosialisasi FKPM dan UU lalu lintas Tahun 2009 , Gedung Disdukcapil di pusat pemerintahan Kabupaten tangerang 12/12/2016.
Fungsi ganda Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai penegak hukum sekaligus 
pengayom dan pelindung (protecandserve) masyarakat menempatkan polri diposisi unik.dalam  acara ini di Diklat Kamtibmas sebagai Pemateri tentang Pemberdayaan FKPM adalah Bapak AKP.Suhendi sebagai Kanit Binkamsa di Polres Kota Tangerang,FKPM adalah Forum Kemitraan Kepolisian Masyarakat salah satu wadah,kesuksesan Polmas dan FKPM dalam meredam gejolak di masyarakat tak serta merta terwujud begitu saja. Mereka supaya selalu berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
Polmas dan FKPM selalu melakukan pendekatan dan azas kekeluargaan. Jika, persoalan itu menyangkut hukum seperti tindak pidana ringan, masalah sosial, FKPM dan Polmas selalu melibatkan unsur-unsur terkait untuk menyelesaikan dengan melaksanakan koordinasiuntuk menemukan  kata mufakat untuk kejadian suatu perkara.
kegiatan Diklat Ini  betujuan mencari solusi mengenai Kamtibmas serta dapat membangun kekuatan dalam menghadapi permasalahan dengan kondisi dan situasi di lingkungan masyarakat.(gj)

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Posted by senkom tangerang | Minggu, 04 Desember 2016 | Posted in

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Temui Peserta Aksi Super Damai 212
(Puspen TNI).   Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menemui para peserta Aksi Super Damai 212 dan bersama-sama melaksanakan Sholat Jumat di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). 
Turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo, diantaranya Wapres RI Jusuf Kalla, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. 
Usai melaksanakan Sholat Jumat, Presiden RI Joko Widodo dihadapan para peserta aksi damai menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Ulama, Kyai dan Ustadz yang telah membimbing umatnya, sehingga aksi damai tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar. 
"Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, karena seluruh jamaah yang hadir tertib, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Presiden RI. 
Presiden RI Joko Widodo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi damai yang telah melaksanakan Doa dan Dzikir-Dzikir yang telah dipanjatkan, untuk keselamatan bangsa dan negara kita. 
Diakhir sambutannya Presiden RI Joko Widodo menghimbau kepada seluruh peserta aksi damai, agar kembali dengan tertib ke tempat tinggal masing-masing. 
Sementara itu, pada Aksi Super Damai 212 yang digelar pada Jumat, 2 Desember 2016, para Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) turut pula berpartisipasi dengan membagi-bagikan minuman mineral kepada para peserta aksi yang melintas.
 "Aksi simpatik yang dilakukan oleh Prajurit Wanita TNI sangat membantu kami. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI dengan Rakyat," kata salah seorang peserta Aksi Super Damai 212.
 Usai pelaksanaan Sholat Jumat, para Prajurit TNI yang mengamankan Aksi Damai 212 disekitar Silang Monas dan Masjid Istiqlal, saling bersalam-salaman dan foto bersama dengan peserta aksi. Disisi lain, para peserta aksi damai juga saling berbagi makanan dan minuman dengan Prajurit TNI disekitar kawasan Masjid Istiqlal, hal ini menunjukkan wujud kebersamaan sesama anak bangsa.

MUHAMMAD TITO KARNAVIAN

Posted by senkom tangerang | | Posted in


Jakarta - Presiden Jokowi memang bukan manusia yang bisa melakukan semuanya sendirian, presiden Jokowi bukan seorang jenius di bidang akademik, bukan juga seorang ahli peperangan atau pengerahan massa sebagaimana para para panglima atau petinggi-petinggi organisasi di Indonesia.
Tapi ketulusan hati seorang Jokowi untuk membangun negara ini dibuktikan salah satunya dengan mengangkat orang-orang terbaik di negara ini untuk menempati posisi posisi penting dari mulai mentri-mentri yang jenius, pro rakyat dan (sejauh ini) terbukti bersih, hingga kapolri kita yang satu ini yang akan saya kupas lebih lanjut mengenai pribadinya dan kejeniusannya dalam mengatasi berbagai persoalan diantaranya yang paling kekinian yaitu aksi 212.
Jenderal PolisiTito karnavian merupakan seorang lulusan terbaik akabri angkatan 1987 yang memiliki segudang prestasi baik di bidang akademik maupun pekerjaan.
Ketika tamat SMA, Jenderal Polisi Tito Karnavian mendaftar ke 3 universitas berbeda, selain mendaftar ke AKABRI, Tito juga mendaftar kedokteran di Unsri, fakultas hubungan internasional di UGM dan juga mendaftar ke STAN.
Semua lulus, tinggal pilih, tetapi Tito muda lebih memilih masuk AKABRI untuk meringankan beban orang tuanya.
Beliau juga seorang pemegang gelar Master of art (M.A) in police studies dari sebuah universitas di inggris (UK), Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies dari universitas di New Zealand dan Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization dari sebuah universitas di Singapore dengan predikat magna cum laude, serta berderet gelar lainnya, bahkan menuliskannya saja saya ikut merasa bangga.
Prestasi di bidang pekerjaan juga sangat mentereng sehingga karirnya sangat ngebut.
beliau merupakan orang pertama di angkatannya yang mendapat bintang tiga, dan melompati banyak seniornya dengan mendapatkan bintang 4 dan jabatan kepala kepolisian republik Indonesia.
Saya pribadi tau dari sebuah sumber yang akurat bahwa pak Tito merupakan seorang yang taat dalam beragama dan sangat sederhana, beliau biasanya sering “kabur” dari ajudannya karena tidak mau di kawal-kawal.
Sebenarnya saat Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun saya sudah berdo’a presiden Jokowi akan menunjuk pak Tito untuk menjadi kapolri, tetapi rasanya mustahil mengingat Tito merupakan jendral bintang tiga paling junior dan tidak mempunyai back up politik yang besar.
Ternyata do’a saya terkabul dan saya menjadi semakin YAKIN seyakin yakinnya presiden Jokowi memang akan memperbaiki Indonesia apapun resikonya.
salah satunya melalui institusi Polri dibawah seorang Kapolri yang jujur, tegas, dan cerdas bernama Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Terbukti presiden Jokowi mempercayakan tugas Saber Pungli kepada kepolisian dibawah Jenderal Polisi Tito sebagai ujung tombak (walaupun secara teknis menkopolhukam menjadi kepalanya) dan di respon dengan sangat cemerlang.
Bahkan kepolisian tidak segan menindak oknumnya sendiri jika ada yang main main dengan pungli.
kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian pun In syaa Allah akan semakin meningkat kedepannya.
Sungguh menujukkan keterbelakangan intelektual kalangan yang mengangkat hashtag ingin Jenderal Polisi Tito dicopot dari posisinya.
Aksi bela Islam 2 dan 3 selain menunjukkan kualitas leadership presiden Jokowi yang tinggi juga mempertontonkan kejeniusan Jenderal Polisi Tito dalam meredam dan memukul balik terhadap kelompok kelompok yang ingin mengacau dan merongrong NKRI.
Presiden telah mengangkat orang yang tepat, jika Kapolri bukan pak Tito, saya yakin outcome aksi aksi tersebut akan berbeda, mungkin sedikit mungkin banyak, yang jelas tindakan tindakan Kapolri sangatlah tepat dan mematikan langkah lawan.
Aksi bela Islam 1, 14 oktober 2016
Aksi bela Islam ini yang paling kecil karena masih belum disusupi banyak kepentingan, para aktor aktor politik busuk melihat potensi gerakan ini dan mencoba memanfaatkannya demi kepentingan masing masing.
Posisi pemerintah dan kepolisian masih wait and see dalam fase ini.
Aksi bela Islam 2, 4 November 2016
Diluar perkiraan, aksi ini mengundang massa dalam jumlah sangat, sangat besar.
sungguh luar biasa betapa manusia sangat mudah dimobilisasi jika sudah menyangkut isyu agama.
Besarnya aksi dan mencekamnya suasana pra aksi ini direspon Jenderal Pol Tito dengan mengambil alih pengamanan dari polda metro jaya ke tangan mabes polri dan memanggil personel brimob dari seluruh penjuru tanah air.
Jenderal Pol Tito tau yang dihadapinya bukan orang-orang sembarangan dan skalanya sudah nasional.
Kuncinya adalah pada meminimalisir pengerahan kekuatan secara represif sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan demonstran.
Jenderal Pol Tito tau jika sampai banyak korban dari kalangan demonstran maka isyu itu akan digoreng lagi dan akan menimbulkan chaos yang lebih besar.
Belajar dari arab spring, semakin represif pemerintah menghadapi demonstran maka pemprotes akan semakin banyak dan militan.
Di sisi lain presiden Jokowi juga melakukan konsolidasi dengan ulama ulama dan ormas Islam untuk menyuarakan kesejukan.
Menang, ya walaupun nampak pemerintah sedikit ditekan tetapi aksi selesai dan tidak menimbulkan dampak lanjutan yang tidak diinginkan.
Jujur saya merasa pemerintah tidak menyangka aksi 411 akan sebesar dan seberpengaruh itu
Aksi Rush Money dan 2511 yang gembos
Aksi rush money yang tujuannya hanya ingin merusak berhasil digagalkan dan provokatornya ditangkap.
dengan ditetapkannya ahok sebagai tersangka pun aksi 2511 diundur. mungkin karena stamina dan logistik pihak sana tidak akan kuat jika harus demo tiap 2 atau 3 minggu sekali, Disamping itu pemerintah memenangkan perang opini karena dapat membuat orang awam dan netral mencap kelompok sana lah yang memaksakan kehendak dan ingin mengintervensi Polri.
Sebelum aksi 212
Pemerintah dan Kepolisian tidak mau kecolongan lagi, konsolidasi di level atas semakin di intensifkan oleh presiden Jokowi, Jenderal Polisi Tito mulai memukul balik dengan mengatakan ada rencana makar yang menunggang aksi bela Islam.
statement ini berhasil memancing komitmen dari pihak demonstran bahwa aksi mereka akan “super damai” dan tidak sedikitpun akan melakukan makar.
Disamping itu Jenderal Tito terlihat jelas melakukan bargaining yang cemerlang dengan pihak sana, dimulai dari menyambangi MUI dan melakukan negosiasi sehingga aksi 212 BATAL dilakukan di sudirman-thamrin, dan membuat komitmen bahwa aksi akan sangat damai dan bahkan pada praktiknya aksi 212 sudah tidak nampak seperti demonstrasi lagi. Poin kelima adalah kuncinya.
5. GNPF-MUI dan Polri bersepakat bahwa jika ada gerakan pada 2 Desember di luar kesepakatan yang sudah dibuat bersama, GNPF menyatakan itu bukan bagian dari ‘Aksi Bela Islam 3’, dan GNPF-MUI tidak bertanggung jawab, serta Polri, memiliki hak dan kewajibannya untuk mengambil langkah-langkah mengantisipasi dan mengatasinya.
Ya, GNPF mengizinkan Polri untuk menindak jika ada provokator dan anarkisme dan menyatakan provokator dan anarkis bukan bagian mereka. Titik.
Dengan poin ini matilah harapan orang orang yang ingin agar aksi ini berujung chaos seperti 411 kemarin.
Poin poin ini adalah buah dari kepiawaian Jenderal Polisi Tito dalam bernegosiasi dan melakukan bargaining dengan pihak demonstran.
Penangkapan aktor makar.
Kemarin saya bertambah kagum dengan adanya penangkapan para aktor yang ingin mengupayakan makar kepada pemerintahan yang sah dipilih oleh rakyat Indonesia.
Timingnya yang membuat saya kagum, Jika lebih cepat sehari saja mungkin akan ada yg menggoreng mengenai penangkapan itu untuk memicu emosi massa.
Pagi hari sebelum aksi dimulai sangat tepat karena membuat para penunggang politik menjadi ciut untuk macam macam di hari itu, dan para provokator tidak punya cukup waktu untuk menjalankan aksinya.
Mayoritas peserta aksi pun pastinya tidak akan terlalu update dengan perkembangan berita karena sedang khusyu menjalani do’a dan zikir akbar sehingga sulit di provokasi dengan isu penangkapan orang-orang itu.
Mana mau massa dibelokkan menjadi “aksi bela ahmad dhani” atau “aksi bela ratna sarumpaet”.
Jika terlalu lambat juga dikhawatirkan para peramu makar akan keburu berhasil menjalankan aksinya.
Timingnya pas, dan saya yakin pemikiran pak Tito ada dibalik ketepatan waktu ini.
Walaupun massa lebih besar tetapi berkat peredaman oleh Presiden, Kapolri dan Panglima TNI, aksi kemarin damai dan dampaknya ini tidak sebesar 411 kemarin.
lihat, selesai begitu saja, semua cooling down. Suasananya berbeda, bahkan sekarang payung presiden pun lebih banyak dibicarakan daripada kata “tangkap ahok”. aksi kemarin lebih besar massanya tetapi kehilangan substansinya.
Demikian analisa saya mengenai kejeniusan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dibawah leadership presiden Joko Widodo.
semoga institusi polri dibawah bapak Muhammad Tito Karnavian semakin bersih, professional dan dicintai masyarakat, serta bisa menjadi perpanjangan tangan presiden dalam pemberantasan pungli, premanisme dan kriminalitas lainnya.
Sebenarnya saya pribadi ingin pak Tito mendampingi Presiden Jokowi di 2019, tetapi itu hanya keinginan pribadi saja, Pak Tito tetap di Polri pun sudah sangat bagus dan tepat.
Semoga kedepannya Indonesia semakin dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang berintegritas dan berkualitas menduduki posisi-posisi penting di negara ini,

SIC APK


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wSenkomInformationCentre

FUN PAGE

LANGGANAN BERITA

SENKOM APK

http://4.bp.blogspot.com/-XrsbeyC_lDk/VA2CkDxAD7I/AAAAAAAAAFQ/C24HxB0DYp0/s1600/Aplikasi-Android.png

FB : SENKOM

SENKOM TV

http://4.bp.blogspot.com/-nxn5Y_BGYY0/Vehf4x1IrAI/AAAAAAAABNg/CVE0cO5fRr4/s1600/senkom%2Btv.jpg